Hisablah Aku Dengan Hisab yang Mudah

Achmad Muwafi Lc (Kepala SDIT Baitul Halim Tambun Bekasi)

RADARBEKASI.ID, BEKASI – DI ANTARA manusia kelak pada hari kiamat ada yang sulit hisabnya, ada yang mudah, bahkan ada di antara mereka yang sama sekali tidak dihisab oleh Allah swt. Bagi orang-orang yang tidak beriman, mereka akan dihisab dengan hisab yang sulit dan teliti. Adapun bagi orang-orang yang beriman, mereka akan dimudahkan hisabnya. Allah swt berfirman, “Adapun orang yang diberi kitab dengan tangan kanannya, maka dia akan dihisab dengan hisab yang mudah.” (QS. Al-Insyiqaq: 7-8)

Rasulullah saw mengabarkan bahwasanya ada 70 ribu orang dari umatnya yang kelak tidak akan dihisab sama sekali oleh Allah swt. Dan di antara mereka ada seorang sahabat nabi yang mulia yaitu uksasyah Ibnu Muhson ra.


Yaumul Hisab adalah hari perhitungan seluruh amal manusia tanpa terkecuali. Seluruh amal perbuatan manusia ketika hidup di dunia ini, akan diminta oleh Allah swt pertanggungjawabannya serta dihitung berat dan ringannya.

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan agar dimudahkan proses hisabnya oleh Allah swt, antara lain dengan memperbanyak membaca istighfar serta memohon kepada Allah swt supaya diberikan hisab yang mudah.  Diterangkan dalam Al-Quran surat Ibrahim ayat 41, “Ya Tuhan kami, ampunilah aku dan kedua ibu bapakku dan semua orang yang beriman pada hari diadakan perhitungan (hisab).”


Rasulullah saw telah mengajarkan doa kepada umatnya supaya dimudahkan hisabnya di akhirat kelak, seperti dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Aisyah ra. ia berkata, aku mendengar Nabi Muhammad saw pada sebagian shalatnya, beliau membaca, “Allahumma haasibni hisabay yasiro (Ya Allah hisablah aku dengan hisab yang mudah)”. Ketika beliau berpaling aku berkata, “Wahai Nabi Allah, apa yang dimaksud dengan hisab yang mudah?” Beliau bersabda, “Seseorang yang Allah melihat kitabnya lalu memaafkannya. Karena orang yang diperdebatkan hisabnya pada hari itu, pasti celaka wahai Aisyah. Dan setiap musibah yang menimpa orang yang beriman, Allah akan menghapus (dosanya) karenanya, bahkan sampai duri yang menusuknya.” (HR.Imam Ahmad)

Mengingat dahsyatnya yaumul hisab, hari perhitungan amal dan pembalasan, maka muhasabah atau mengintropeksi diri penting untuk dilakukan. Menyadari bahwa setiap perkataan dan perbuatan kita hidup di dunia ini selalu dicatat oleh malaikat Raqib dan malaikat Atid dan akan dimintakan pertanggung jawabnnya kelak di hadapan Allah swt.

Khalifah kedua Amirul mukminin Umar Ibnu Khatab ra pernah berkata, ‘Hasibu anfusakum qabla an tuhasabu (Hisablah dirimu sebelum kelak engkau akan dihisab)”.

Semoga Allah swt memberikan kemudahan hisab kepada kita pada hari perhitungan kelak. Amin. (*)