Update Erupsi Gunung Semeru: Korban Tewas Bertambah Jadi 14 Orang

Tim SAR mengevakuasi jenazah korban erupsi Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Foto: Antara.

RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Jumlah korban meninggal dunia peristiwa erupsi Gunung Semeru, kabupaten Lumajang, Jawa Timur bertambah satu orang. Dengan demikian, hingga Minggu (5/12) menjadi 14 orang.

“Jumlah korban jiwa bertambah satu orang dari rilis terakhir kami yang disampaikan pada Minggu, 12.00 WIB,” terang Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencanan (BNPB) Abdul Muhari dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu.


Menurutnya, korban tewas yakni masing-masing dua orang berasal dari Desa Supiturang. Terdapat lima jenazah yang dibawa ke Rumah Sakit Haryoto. Lima jenazah lainnya di Rumah Sakit Bhayangkara dan dua jenazah berasal dari Sumberwuluh.

Muhari juga menyampaikan, untuk korban luka kini berjumlah 56 orang. Rinciannya 21 orang luka ringan dan 35 orang luka berat. Rata-rata mereka mengalami luka bakar akibat awan panas.


Sementara Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) Eko Budi Lelono mengungkapkan, terdapat tiga rekaman erupsi dari Gunung Semeru berupa guguran awan panas.

“Pasca letusan semeru kemarin, masih kita rekam beberapa erupsi lagi berupa awan panas guguran. Ini ciri khas Gunung Semeru. Ada tiga guguran,” jelasnya.

Guguran pertama pada dini hari 00.30 WIB, guguran kedua pada 05.00 pagi, guguran ketiga pada sekitar pukul 10.00 WIB.

Awan panas pada dua guguran pertama tak terlihat seberapa jauh luncurannya. Sementara untuk visualisasi tak terlihat karena tertutup kabut. (wsa)