Perlu Komunikasi Dua Arah

BERMAIN: Sejumlah siswa SDN Jatiasih X Kota Bekasi bermain di halaman sekolah saat jam istirahat. KPAD Kota Bekasi menilai penerapan protokol kesehatan di satuan pendidikan mulai kendur. ISTIMEWA
BERMAIN: Sejumlah siswa SDN Jatiasih X Kota Bekasi bermain di halaman sekolah saat jam istirahat. KPAD Kota Bekasi menilai penerapan protokol kesehatan di satuan pendidikan mulai kendur. ISTIMEWA

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Bekasi menilai penerapan protokol kesehatan di satuan pendidikan mulai kendur. Oleh karena itu perlu komunikasi dua arah agar disiplin prokes dapat ditingkatkan.

Komisioner Bidang Kesehatan dan Narkotika Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA) Hadyan Rahmat mengatakan, fungsi kontrol siswa tetap harus dilakukan. Dikatakan, penerapan prokes di sekolah mulai kendur.


“Fungsi kontrol itu penting jangan diberhentikan, kita lihat memang prokes dalam lingkungan pendidikan sedikit kendur,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Senin (6/12).

Menurutnya, saat ini seharusnya sekolah masuk ke dalam tahap memaksimalkan prokes. Pasalnya, kewaspadaan terhadap penularan virus Corona harus tetap ada.


“Waspada harus tetap ada, tetapi memang jangan terlalu parno. Dan seharusnya sekolah saat ini berada pada penyempurnaan prokes jangan sampai kendur,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan, fungsi kontrol bukan hanya dilakukan oleh sekolah, melainkan lingkungan sekitar. Dengan demikian, disiplin prokes tetap dijalankan.

“Guru, orang tua, lingkungan sekitar merupakan sebuah figur contoh bagi para pelajar. Jadi kalo dari diri kita sebagai contohnya kendur dalam prokes gimana ke anak-anaknya,” ucapnya.

Penggunaan masker saat ini masih dinilai cukup penting. Oleh sebab itu, lingkungan dan sekolah harus tetap mengingatkan penggunaan masker dengan baik.

“Penggunaan masker dalam lingkungan sekolah atau rumah kadang suka lupa, nah ini yang harus diperhatikan bahwa penggunaan masker masihlah sangat penting,” ucapnya.

Dikatakan, prokes yang paling utama dan harus tetap dijalankan seperti mencuci tangan dan menjaga jarak, sehingga wajib dilakukan sosialisasi terus menerus kepada siswa.

“Sekolah dan orang tua jangan pernah bosan untuk mengingatkan dan mensosialisasikan hal tersebut,” tuturnya.

Selain itu, komunikasi antar dua arah juga perlu dilakukan oleh sekolah, yaitu kepada siswa dan orang tua siswa agar penerapan prokes bisa terus dijalankan dan tidak terjadi kekenduran.

“Ini kan sudah terlihat kekenduran prokes, maka perlu dilakukan komunikasi dua arah kepada siswa dan orang tua siswa agar prokes bisa terus ditingkatkan,” ungkapnya.

Sementar Kepala SDN Aren Jaya 12 Kota Bekasi Media Supriyanti mengungkapkan, saat ini sosialisasi terkait pentingnya prokes masih tetap harus dijalankan.

“Kami tetap lakukan sosialisasi dua arah, yaitu ke siswa dan orang tua siswa. Untuk siswa sendiri kami sampaikan saat adanya pertemuan tatap muka, kemudian untuk orang tua melalui pesan grup,” terangnya.

Pemakaian masker, mencuci tangan, pengecekan suhu tubuh dan menggunakan hand sanitizer diberlakukan sebelum masuk ke sekolah. “Kami masih menerapkan prokes yang ketat di sekolah, karena memang wajib bagi kami untuk selalu mengingatkan hal tersebut,” pungkasnya. (dew/oke)