Bekasi

4.535 Warga Terjangkit

Kasus HIV AIDS Kota Bekasi masih Tinggi

RADARBEKASI.ID, MEDANSATRIA- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi mencatat orang dengan HIV AIDS (ODHA) hingga tahun 2021 masih di angka 4.535 orang. Jumlah tersebut terdiri dari berbagai kalangan usia.

Jumlah tahun ini memang berkurang dari tahun 2020 yang tercatat sebanyak 4.890 orang. Namun pengurangan disebabkan beberapa yang terinfeksi telah meninggal dunia, pasien menghentikan konsumsi obat antiretroviral (ARV) atau terapi antiretroviral (ART) serta tidak kembali melakukan kontrol.

“Memang tahun ini orang yang mengidap HIV ada penurunan dari tahun sebelumnya. Dari 4.890 menjadi 4.535 orang, penurunan sekitar 355 orang. Dan ada juga pasien yang lost to follow up atau pengidap HIV tidak hadir kurang lebih selama tiga bulan berturut untuk melakukan pengontrolan,” kata Kepala Dinkes Kota Bekasi, Tanti Rohilawati kepada Radar Bekasi, Selasa (7/12) saat berada di Gedung Dinkes Jalan Pangeran Jayakarta, Kecamatan Medansatria, Kota Bekasi.

Ia juga menjelaskan, pengidap HIV di Kota Bekasi yang paling banyak adalah laki-laki mencapai 3.215 orang, sedangkan perempuan  berjumlah 1.320 orang.

Dari jumlah tersebut, lanjut dia terbagi menjadi tiga kategori. Anak-anak dari 0 sampai 14 tahun 230 orang, Dewasa dari 15 tahun sampai 49 tahun mencapai 4.114 sedangkan di atas 50 tahun mencapai 190 orang.

“Dari jumlah tersebut kebanyakan mereka melakukan pengontrolan di tiga rumah sakit. Paling banyak yang menangani adalah RSUD CAM mencapai 4.113 orang. RS Ananda 111 orang dan RS ST Elisabeth 311 orang. Namun, 47 puskes yang ada juga ikut memberikan pelayanan kepada orang yang mengidap HIV,” terangnya.

Sementara untuk obat-obatan, ia mengaku telah menyiapkan obat ARV secara gratis, menyiapkan pemeriksaan lab viral load.

Kemudian, obat diberikan setiap bulan, disalurkan dari 47 puskesmas dan RS yang bekerjasama dengan Dinkes Kota Bekasi. “Kita siapkan pemeriksaan gratis bagi pengidap HIV di 47 Puskesmas dan 3 RS. Pencegahannya pun kita melakukan strategi triple eliminasi pada ibu hamil. Mobile VCT pada tempat-tempat yang terindikasi penularan,” terangnya.

Tanti sapaan akrabnya juga menegaskan kepada masyarakat Kota Bekasi, bahwa HIV bukanlah penyakit kutukan, namun penyakit yang menular yang hanya ditularkan melalui cairan dalam tubuh.

Karenanya, stigma dan diskriminasi kepada pasien HIV harus dilawan bersama. Dan HIV dapat dicegah dengan tidak melakukan seks bagi yang belum menikah. Setia pada satu pasangan seks (tidak gonta ganti pasangan). Cegah penularan HIV saat berhubungan seks dengan kondom serta dilarang menggunakan Narkoba.

Dan yang terakhir, kata dia gunakan alat-alat yang bersih, steril, sekali pakai atau tidak bergantian. Antaranya alat cukur dan sebagainya. “Kita harap dengan adanya fasilitas yang disiapkan oleh Dinkes. Pasien HIV bisa mengikuti apa yang kita edukasikan. Agar penularan bisa terputus mata rantainya,” ungkapnya. (pay).

Related Articles

Error, no group ID set! Check your syntax!
Back to top button