Jelang Serie Terakhir F1 di Abu Dhabi, Pembalap Curang Bisa Diskors Berat

Pembalap tim Red Bull Max Verstappen dan pembalap tim Mercedes Lewis Hamilton akan berebut gelar juara dunia pekan ini. Foto: Reuters

RADARBEKASI.ID, ABU DHABI – Race director Formula 1 Michael Masi mengingatkan para pembalap Formula 1 untuk berlaga secara sportif dan mengikuti aturan di seri terakhir di Abu Dhabi, akhir pekan ini.

Menurutnya, pembalap yang curang bisa diskors atau kehilangan seluruh poin mereka apabila kedapatan membalap dengan cara yang tidak sportif.


Pembalap Mercedes Lewis Hamilton dan rival utamanya dari tim Red Bull Max Verstappen saat ini sedang berebut gelar juara dunia di Sirkuit Yas Marina dengan poin sama. Namun pembalap Belanda itu unggul sembilan kemenangan dibanding delapan yang diraih Hamilton musim ini.

Apabila keduanya gagal meraih poin di sana maka Verstappen menjadi juara dunia.


Kedua pembalap telah bersenggolan di trek sedikitnya tiga kali musim ini, termasuk dalam balapan sebelumnya di Arab Saudi sehingga timbul kekhawatiran balapan akhir pekan nanti berujung dengan tabrakan lagi.

Akan tetapi, Masi dengan tegas memperingatkan bahwa skenario semacam itu bisa berakibat konsekuensi yang berat sehingga menandaskan kode olahraga internasional terkait tindakan tidak sportif.

“Khususnya saya ingin mengingatkan Anda untuk mematuhi artikel yang dirinci di bawah ini,” kata Masi dalam pernyataan tertulis seperti dikutip Reuters.

Dia menunjuk Artikel 12.2.1I yang mengatur “setiap perlanggaran dari prinsip keadilan dalam kompetisi, perilaku tidak sportif atau upaya mempengaruhi hasil dari suatu kompetisi dengan cara yang bertentangan dengan etika olahraga.”

Masi juga mengutip Artikel 12.4.5 yang mengatur penalti yang bisa dijatuhkan steward termasuk “penangguhan untuk satu kompetisi atau lebih, penarikan poin untuk kejuaraan.”

“Saya rasa wajar mereka melakukan itu,” kata Hamilton yang duduk di samping Verstappen saat jumpa pers pralomba di Abu Dhabi, Kamis. “Semoga, hal itu tidak perlu terjadi dan kita menjalani balapan yang hebat dan kita melangkah ke depan.”

Gelar juara dunia F1 pernah diperebutkan lewat tabrakan di masa lalu, paling terkenal adalah insiden antara Alain Prost dan Ayrton Senna pada 1989 dan 1990, serta antara Michael Schumacher dan Damon Hill pada 1994.

Schumacher dan Villeneuve juga bertabrakan dalam balapan penutup musim 1997 ketika bertarung untuk pimpinan lomba yang mengakibatkan sang pembalap Jerman didiskualifikasi dari musim itu secara keseluruhan karena pelanggarannya.

Sebagai juara dunia 1996, Hill kepada Sky Sports mengatakan setelah balapan di Jeddah bahwa gaya membalap Verstappen mengingatkannya dengan Schumacher yang memiliki pendekatan tak kenal kompromi.

Meski dia tidak menyebut Verstappen bakal melakukan trik kotor, perilaku pembalap Jerman itu di trek telah menarik perhatian.

Steward sepenuhnya menyalahkan taktik defensif Verstappen yang menyebabkan tabrakan dengan Hamilton di Jeddah dan mengganjarnya dengan dua penalti yang merupakan penambahan total 15 detik.

Verstappen menyatakan tak perlu diingatkan soal kode etik olahraga.

“Saya tahu apa itu kode olahraga,” kata dia. “Saya rasa mereka bisa menggunakannya di setiap akhir pekan balapan, tidak ada hal baru yang ditambah akhir pekan ini,” kata dia. (wsa)