Cikarang

Sungai Citarum Meluap, 20 KK Terendam Banjir

RADARBEKASI.ID, MUARAGEMBONG – Sebanyak 20 Kepala Keluarga (KK) yang berada di Kampung Gobah, Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, terendam banjir, setelah air dari Sungai Citarum meluap, Senin (13/12).

Hal ini disebabkan, derasnya curah hujan, dan adanya kiriman air dari Sungai Cibeet, sehingga mengakibatkan tanggul Sngai Citarum, tidak mampu menampung air.

Camat Muaragembong, Lukman Hakim mengakui, dalam beberapa hari belakangan ini, curah hujan cukup deras, sehingga menyebabkan air di Sungai Citarum meluap ke pemukiman warga Kampung Gobah. Ditambah lagi, debit air dari Sungai Cibeet, sangat deras, dan ketinggian air di pemukiman warga mencapai 40 Cm.

“Tanggul tidak ada yang jebol, tapi airnya meluap, karena dalam beberapa hari ini hujan terus, terlebih ada kiriman air dari Sungai Cibeet. Sehingga menyebabkan air di Sungai Citarum meluap. Di Kampung Gobah itu kurang lebih ada 20 KK,” tutur Lukman kepada Radar Bekasi, Senin (13/12).

Kata dia, jumlah tanggul yang kritis di Muaragembong, ada 18 titik, dan hanya ada sembilan titik yang sedang dilakukan perbaikan tanggap darurat. Sementara itu, selebihnya masih kritis, karena belum ada perbaikan.

“Jadi, air yang meluap dari tanggul ini, salah satu yang belum diperbaiki. Sebenarnya, unsur Muspika Kecamatan Muaragembong, sudah berusaha melakukan berbagai cara untuk mencegah terjadinya banjir. Tapi karena memang hujannya masif, kemudian ada air kiriman dari hulu, sehingga meluap,” beber Lukman.

Ia menyampaikan, air yang meluap bisa diatasi pada sore hari, karena warga bersama pihak desa, dan kecamatan, bergotong-royong membuat bendungan menggunakan karung yang telah diisi pasir.

“Luapan air sempat berhasil dibendung, dan saya sampai minta tambahan 2.000 karung lagi, karena masih kurang,” terang Lukman.

Sementara itu, Camat Pebayuran, Hanief Zulkifli menyampaikan, di wilayahnya ada satu RT yang dilanda banjir, yakni RT 02/04, karena memang itu berada di bantaran Sungai Citarum. Dan RT, tersebut hampir setiap tahun dilanda banjir. Kemudian, yang sekarang terendam paling parah, ada 11 sampai 15 rumah, dengan ketinggian air satu meter.

“Memang ada satu RT yang tinggalnya di bantaran Sungai Citarum, setiap ada air dari hulu turun ke hilir, kemungkinan besar pasti terendam,” ucapnya.

Menurut Hanief, masyarakat yang berada di RT tersebut, sudah lama tinggal di bantaran Sungai Citarum. Sebelumnya, sempat ada rencana mau direlokasi, tapi warga tidak ada yang mau, mungkin karena mata pencahariannya disitu, bertani dan segala macam. (pra)

Related Articles

Error, no group ID set! Check your syntax!
Back to top button