Temukan Buaya di Sungai Citarum, Polisi Lakukan Patroli Air

PERLIHATKAN BUAYA: Anggota Polsek Muaragembong, memperlihatkan buaya yang ditemukan di Sungai Citarum, Kampung Singkil, Desa Pantai Mekar, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Kamis (9/12). IST/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, MUARAGEMBONG – Polsek Muaragembong, berencana membawa seekor buaya yang ditemukan, di Sungai Citarum, Kampung Singkil, Desa Pantai Mekar, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, ke penangkaran yang berada di Kecamatan Muaragembong.

Hal itu dilakukan, karena buaya yang memiliki berat 10 kilogram, panjang 1,20 Cm, dan usianya sekitar 3,5 tahun ini, sempat lepas saat ditangkap oleh warga.


Humas Polsek Muaragembong, Bripka Rohimah mengatakan, sebelumnya buaya ini sempat ditangkap oleh warga sekitar. Saat ditemukan, buaya tersebut, berada di pinggir Sungai Citarum, dekat dengan pemukiman warga.

Namun, dua hari kemudian, buaya tersebut kabur, karena tali pengikatnya tidak kuat. Lalu, dua hari kemudian, buaya berhasil ditangkap oleh warga. Untuk mengantisipasi buaya tersebut kabur lagi, akhirnya dibawa ke Polsek Muaragembong.


“Rencananya, buaya ini akan diserahkan ke penangkaran yang berada di Kecamatan Serang Baru, agar warga tidak was-was,” ucap Rohimah kepada Radar Bekasi, Kamis (16/12).

Hanya saja, ia belum bisa memastikan, kapan buaya tersebut diserahkan ke penangkaran. Mengingat, pihaknya baru berkomunikasi dengan Satpol PP Muaragembong, sehingga masih menunggu instruksi dari camat.

“Untuk sementara, kami belum bisa menentukan penyerahannya, karena masih menunggu instruksi PaK Camat,” beber Rohimah.

Sedangkan untuk mengantisipasi adanya buaya lain di Sungai Citarum, pihaknya akan melakukan patroli air, di sepanjang pesisir Sungai Citarum.

“Kami berencana melakukan patroli, untuk mengantisipasi adanya binatang buas yang memasuki pemukiman warga,” terang Rohimah.

Sebelumnya, Camat Muaragembong, Lukman Hakim menuturkan, penemuan buaya di Sungai Citarum ini, memang sangat membahayakan warga. Pasalnya, dia menduga, ada buaya lain di Sungai Citarum, karena tidak mungkin hanya satu ekor. Sehingga, perlu ada penanganan, paling tidak, memastikan tidak ada lagi buaya lain di sungai tersebut.

“Saya akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, agar bisa memastikan, tidak ada lagi buaya lain di Sungai Citarum. Tidak tertutup kemungkinan, masih ada biangnya di sungai itu,” ucap Lukman menduga-duga. (pra)