Bekasi

NU Bekasi Ramaikan Muktamar ke-34

RADARBEKASI.ID, CIKARANG PUSAT – Sejumlah pengurus Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bekasi bakal menghadiri Muktamar ke-34 di Pondok Pesantren Darus Sa’adah, di Lingkungan III Celikah, Seputih Jaya, Gunung Sugih, Lampung Tengah.

Sekretaris PCNU Kabupaten Bekasi, Syarif Bunarif mengaku undangan resmi dari panitia Muktamar hanya tiga orang. Hanya saja, karena ini bagian dari agenda besar Nahdlatul Ulama (NU) banyak pengurus maupun kyai yang ingin berangkat, dan dirinya tidak bisa membatasinya.

“Konfirmasi pastinya belum ada, baru ramai di grup saja. Saya pastikan yang mau berangkat harus komunikasi dulu ke saya, jadi kalau ada apa-apa di jalan enak. Untuk hari ini yang berangkat sekitar 15 orang,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Senin (20/12/2021).

Pada kesempatan ini dirinya menjelaskan, yang memiliki kewenangan untuk memilih Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2021-2026 saat Muktamar, yakni ketua dan fidyah masing-masing PCNU. Tentunya, dengan melalui mekanisme organisasi yang ada di Nahdlatul Ulama (NU).

Menurutnya, dari ketiga calon Ketum PBNU, yakni Said Aqil Siradj, Yahya Cholil Staquf, dan As’ad Said Ali, memiliki punya kelebihan sesuai bidangnya masing-masing. Dirinya memaparkan, Said Aqil Siradj memiliki bidang keilmuan yang luas, Namun sudah dua periode menjabat sebagai Ketum PBNU. Walaupun kemungkinan besar kata Syarif, ada sebagian mengharapkan ada regenerasi.

“Mungkin sebagian mengharapkan ada regenerasi, tetapi kami dari PCNU akan Nawaina walaupun beliau (Said Aqil Siradj) terpilih kembali,” tuturnya.

Kemudian yang kedua Yahya Cholil Staquf, dirinya melihat seorang kyai yang memiliki jaringan internasional. Tentu, bicara NU bukan hanya Indonesia, tetapi bisa menginternasional dan itu sudah dibuktikan. Dengan adanya pengurus cabang NU di beberapa negara.

“Kita membutuhkan sosok Gus Yahya untuk menjadikan NU ini memiliki power besar dalam rangka menyampaikan Islam rusunawa nadia yang membawa misi rahmatan lil ‘alamin,” katanya.

Lalu yang ketiga, As’ad Said Ali, dirinya menilai kyai yang memahami sistem kenegaraan dan lain sebagainya. Karena beliau pernah aktif menjadi bagian dari Wakil Badan Intelijen Negara (BIN). Tentunya, itu menjadi modal besar bagi beliau.

“Ini menjadi modal besar kalau beliau kedepan memimpin PBNU. Beliau salah satu tokoh ulama yang sangat memiliki desain kemajuan organisasi. Pada dasarnya beliau-beliau itu ulama besar, kami yang ada di Kabupaten Bekasi tentu melihat masing-masing punya kelebihan sesuai bidangnya,” sambungnya.

Sebelumnya, Ketua PCNU Kabupaten Bekasi, Komarudin mendeklarasikan mendukung Yahya Cholil Staquf menjadi Ketua Umum PBNU. Dalam ini Syarif menegaskan, itu deklarasi pribadi, bukan mengatasnamakan PCNU Kabupaten Bekasi.

“Saya menganggap itu pribadi, bukan mengatasnamakan PCNU Kabupaten Bekasi. Saya kira kalau bicara menentukan siapa, itu bukan kapasitas saya selaku sekretaris,” tuturnya. (pra)

Related Articles

Error, no group ID set! Check your syntax!
Back to top button