Tak Temukan Kesalahan Besar

Muhammad Taufik

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi tak menemukan kesalahan besar pada laporan akhir tahun dana bantuan operasional sekolah (BOS). Hal itu berdasarkan rekonsiliasi untuk menyatukan perbedaan data dan laporan yang dilakukannya.

Kepala Sub Bagian Keuangan Disdik Kota Bekasi Muhammad Taufik mengatakan, rekonsiliasi laporan akhir tahun dana BOS  telah dilakukan pada 11 Desember 2021 oleh Disdik bersama Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).


Rekonsiliasi melakukan pengecekan hasil laporan penggunaan dana BOS dari masing-masing satuan pendidikan. “Jadi cek dan ricek aja, sesuai tidak hasil laporan dengan pengeluaran uang yang dibuat oleh pihak sekolah,” kata Taufik kepada Radar Bekasi, Kamis (23/12).

Dalam rekonsiliasi, pihaknya tak menemukan kesalahan besar laporan penggunaan dana BOS. Namun beberapa sekolah harus melakukan perbaikan rekapitulasi anggaran.


“Kesalahannya sedikit, hanya ada pada rekapitulasi anggaran dan itu hanya ada 1-2 sekolah saja dan sekarang sudah selesai diperbaiki,” katanya.

Sementara ini, sekolah sudah diminta untuk menyiapkan kembali Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) 2022 dengan menyusun prioritas anggaran dari masing-masing sekolah.

“Harus dilakukan penyusunannya dari sekarang,” ucapnya.

Sebelum penyusunan RKAS akan dilakukan rapat bersama dengan kepala sekolah, guru, operator sekolah dan orang tua siswa. Sehingga dalam penyusunannya semua dapat mengetahui anggaran prioritas yang akan dimasukan dalam RKAS.

“Akan dilakukan rapat dahulu bersama dengan beberapa perwakilan, seperti guru, operator sekolah dan orang tua siswa agar sama-sama bisa menentukan prioritas anggaran dalam RKAS tersebut,” terangnya.

Setelah dilakukannya penyusunan RKAS, pada Januari akan mulai dilakukan proses asistensi oleh Disdik. “Sambil menunggu juknis BOS, kami minta kepada sekolah untuk membuat penyusunan RKAS,” katanya menegaskan.

Sementara Operator SDN Jatiasih IV Kota Bekasi Surya mengatakan, proses penyusunan RKAS di sekolahnya baru mulai dilakukan pada Senin (20/12). “Kami masih melakukan proses penyusunannya,” pungkasnya. (dew)