Acara Nobar Diduga Langgar Prokes

BERKERUMUN: Sejumlah penonton memadati area halaman Bulutangkis di Bekasi Town Square, Bekasi Timur Kota Bekasi, Kamis (30/12). Acara nonton bareng final Piala AFF 2020 yang sempat dihadiri Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto diduga melanggar protokol kesehatan. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI SELATAN – Acara nonton bareng Final Piala AFF 2020 Indonesia kontra Thailand yang diadakan komunitas di Bekasi Town Square (Hall Bulu Tangkis), Rabu (29/12) diduga melanggar protokol kesehatan.

Jumlah penonton terlihat membludak di tengah masih adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2 di Kota Bekasi, dalam penanganan Pandemi Covid-19.


Rekaman video yang diterima Radar Bekasi berdurasi 17 detik dan 30 detik juga menayangkan adanya ratusan orang berkerumun tanpa menjaga jarak dan tidak memakai masker, menyanyikan yel-yel dukungan kepada tim merah putih. Belakangan diketahui, acara tersebut juga sempat dihadiri oleh Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto.

Pasalnya acara itu juga dikemas sebagai acara nonton bareng Final Piala AFF bareng Mas Tri. Dalam rekaman video, orang yang diduga Ketua Umum (Ketum) Relawan Samatri, yakni Dinal Saputra nampak melempar sesuatu ke arah kerumunan di lokasi.


Ketika dikonfirmasi terkait kejadian itu, Ketum Samatri, Dinal Saputra mengaku, kerumunan orang yang ada di tayangan video itu adalah ulah Ultras. “Ultras bang,” ucapnya singkat.

Menampik adanya pelanggaran Prokes, Dinal mengirim sebuah video penjagaan di depan pintu masuk yang perlihatkan relawan Samatri yang membantu pengecekan prokes kepada para pengunjung di lokasi.

“Teman-teman sudah berusaha bantu panitia untuk jaga prokes bang,” ungkapnya sambil mengirimkan video penjagaan pintu masuk berdurasi 22 detik.

Dihubungi terpisah, Kapolsek Bekasi Timur, AKP Rusit Malaka mengakui, pihaknya cepat bertindak mengurai kerumunan yang terjadi di lokasi tersebut. Menurutnya, upaya jajaran mencairkan situasi di situ dilakukan dengan membagi lokasi nobar menjadi dua tempat agar acara lebih tertib dan tetap mengikuti aturan prokes.

Dia pun menyebut, bahwa dalam kegiatan nobar di lokasi sesuai agenda akan dihadiri oleh Wakil Wali Kota. Dan saat itu pimpinan nomor dua Kota Bekasi pun sempat datang tapi melihat situasinya seperti Tri langsung kembali meninggalkan lokasi, alias batal nobar dengan suporter disana, sambil meminta personel untuk menertibkan lokasi.

“Jadi, kemarin itu kita sudah berusaha untuk mencairkan situasi sejak sebelum pak wakil datang. Dan saat proses itu berjalan pun pak wakil hadir, tapi langsung pergi lagi tidak jadi nonton disana. Kemudian, tidak lama situasi pun terkendali dengan membagi dua tempat di lokasi, agar para suporter bisa terurai buat memenuhi prokes,” ungkapnya.

“Bahkan, tadinya kita mau bagi menjadi tiga tempat cuma karena Indonesia sudah kalah suporter pun langsung meninggalkan lokasi, dan masuk babak kedua acara nonton sudah mulai sepi sehingga kami tidak jadi membagi tiga lokasi karena situasi kondusif,” tambah Rusit.

Adapun saat ditanya mengenai tindak lanjut dari dugaan pelanggaran prokes di acara tersebut. Rusit menyebut, pihaknya tidak sampai ke arah itu, karena sebelumnya juga pihak panitia telah diberikan penjelasan dan penyuluhan ke para suporter untuk tetap menjadi prokes.

Namun kata dia panitia sempat kesulitan untuk tertibkan. Namun ditegaskan nya, kondisi itu cepat dibubarkan anggota dan membagi menjadi dua lokasi.

“Kita masih melakukan tindakan persuasif lah mas, karena memang anggota juga cepat bertindak untuk membubarkan suporter agar dibagi menjadi dua lokasi, bahkan kita sudah siapkan tiga titik cuma karena kalah, suporter bubar dan masuk babak kedua lokasinya itu langsung sepi. Dan pak wakil sendiri juga tak sempat nonton disana,” pungkasnya. (mhf)