Sekolah Swasta Terima Siswa Lulusan Dua Tahun Terakhir

BERI PENJELASAN: Panitia PPDB SMK Bistek Kota Bekasi memberi penjelasan mengenai jurusan SMK kepada calon siswa baru. DEWI WARDAH/RADAR BEKASI
BERI PENJELASAN: Panitia PPDB SMK Bistek Kota Bekasi memberi penjelasan mengenai jurusan SMK kepada calon siswa baru. DEWI WARDAH/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sejumlah sekolah swasta di Kota Bekasi menerima siswa lulusan dua tahun terakhir dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2021/2022.

Sekretaris Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kota Bekasi Ayung Sardi Dauly mengatakan, PPDB yang sudah dibuka oleh beberapa sekolah swasta banyak menerima siswa lulusan dua tahun terakhir.


“Dibukanya pendaftaran siswa baru bagi sekolah swasta, ternyata ada yang unik. Tahun ini beberapa sekolah menerima pendaftar siswa yang sebelumnya sudah lulus terhitung dua tahun yang lalu,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Selasa (4/1).

Menurutnya, hal ini merupakan salah satu faktor dari banyaknya siswa yang memutuskan berhenti sekolah pada saat masa pandemi Covid-19. Sehingga dengan membaiknya situasi pandemi serta ekonomi, orang tua memutuskan untuk melanjutkan pendidikan anaknya.


“Pandemi itu kan berdampak pada semua sektor, termasuk pendidikan dan ekonomi. Nah, kembalinya siswa putus sekolah ini mungkin karena situasi yang berangsur membaik,” katanya.

Kepala SMK Binakarya Mandiri 2 Kota Bekasi ini mengungkapkan, sekolah swasta cukup berperan penting untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas bagi dunia pendidikan di Indonesia, khususnya Kota Bekasi.

“Sekolah swasta itu berperan penting dan ikut serta dalam mencetak SDM unggul. Dengan beberapa terobosannya seperti biaya pendidikan yang digratiskan mungkin menjadi salah satu daya tarik bagi siswa yang sempat memutuskan untuk berhenti sekolah,” katanya.

Saat ini, ujar dia, dari hasil pemantauan BMPS Kota Bekasi, cukup banyak sekolah swasta yang membuat terobosan baru seperti biaya pendidikan gratis, beasiswa ataupun potongan harga biaya sekolah.

“Kami sekolah swasta ingin membantu pemerintah untuk menekan angka putus sekolah. Sehingga terobosan-terobosan ini dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang memang takut dengan biaya pendidikan, karena sebenarnya pendidikan swasta itu tidak mahal,” ucapnya.

Ayung mengungkapkan, sampai Januari 2022 ini jumlah sekolah yang sudah membuka pendaftaran bagi siswa baru sekitar 80 persen. Jumlahnya akan terus bertambah dalam beberapa waktu kedepan.

“Mungkin di Februari atau Maret, angkanya sudah mencapai 100 persen,” tukasnya. (dew)