Metropolis

Terus Turun, Kasus Aktif Tersisa 21

RADARBEKASI.ID, CIKARANG PUSAT – Kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Bekasi pada awal tahun 2022, masih stabil, dan tidak ada lonjakan. Hal itu bisa dilihat sejak tanggal 1 Januari 2022, kasus aktif setiap hari mengalami penurunan dari 19 sampai 22 kasus.

Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Masrikoh, sampai saat ini tidak ada lonjakan kasus aktif Covid-19.

“Saat ini kasus aktif hanya tinggal 21, dan pada awal tahun 2022 ini, tidak ada lonjakan, masih stabil,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Selasa (4/1).

Diakui Masrikoh, selama Natal dan Tahun Baru (Nataru), pihaknya tidak melakukan sweeping ke lokasi keramaian. Sebab, titik-titik keramaian yang boleh dikunjungi sudah ditentukan.

Kata dia, apabila terjadi lonjakan, pasti akan ada laporan dari Puskesmas ke Dinas Kesehatan maupun Satgas Covid-19. Tapi sejauh ini, belum ada laporan itu, akan tetapi semua tetap dipersiapkan untuk mengantisipasi.

“Tidak ada temuan baru, tapi kami tetap melakukan antisipasi, mulai dari antigen, vaksin, dan pelayanan kesehatan,” terang wanita yang akrab disapa Ikoh.

Dijelaskan Ikoh, varian omicron terjadi karena adanya pelaku perjalanan yang tidak menaati protokol kesehatan (prokes). Oleh karena itu, bagi pelaku perjalanan, harus menjalani karantina, swab test, dan PCR secara berkala. Untuk mengetahui ada warga yang keluar daerah, tambah Ikoh, yakni dari aplikasi PeduliLindungi.

“Fungsinya PeduliLindungi kan disitu, mengidentifikasi perjalanan, karena semua harus menggunakan PeduliLindungi. Di Kabupaten Bekasi, belum ditemukan, mudah-mudahan nggak ada,” harapnya.

Sementara itu, Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Hendra Gunawan menambahkan, menjelang Nataru, dan pada tanggal 1 dan 2 Januari 2022, dirinya sudah memastikan, bahwa seluruh tempat-tempat wisata di Kabupaten Bekasi, harus menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Tentunya, itu dilakukan untuk mencegah adanya lonjakan kasus usai tahun baru.

“Itu harus diterapkan oleh pelaku usaha dengan ketat, tidak boleh main-main. Alhamdulilah, aplikasi tersebut disiapkan oleh para pengelola tempat-tempat wisata, dan berjalan dengan baik,” bebernya.

Selain itu lanjut Hendra, ada juga pengecekan masyarakat yang mudik atau keluar daerah, baik di tingkat RT, RW, desa, sampai pemukiman warga. Bahkan, ada beberapa kendaraan yang harus dicek secara random, dan dicurigai mau mudik atau keluar daerah, seperti sudah vaksin atau belum, kemudian di swab antigen.

Sementara untuk tingkat RT, RW, dan Desa, Satgas Covid-19 bekerjasama dengan Babinsa dan Kamtibmas, mendata orang-orang yang berangkat mudik atau keluar daerah. Setelah itu, di swab sebelum berangkat, termasuk setelah kembali.

“Sampai saat ini, belum ada yang positif, baik di jalan maupun di tingkat RT, RW, dan Desa,” tegasnya. (pra)

 

Related Articles

Error, no group ID set! Check your syntax!
Back to top button