Berita UtamaPendidikan

Sekolah Asal Khawatir

ILUSTRASI: Sejumlah siswa SMA Tulus Bhakti TB Kota Bekasi saat mengikuti pelaksanaan ANBK. Kabar perguruan tinggi akan melakukan blacklist atau daftar hitam bagi sekolah asal apabila terdapat peserta yang tidak mendaftar ulang setelah lolos SNMPTN 2022, menjadi kekhawatiran. DEWI WARDAH/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Kabar perguruan tinggi akan melakukan blacklist atau daftar hitam bagi sekolah asal apabila terdapat peserta yang tidak mendaftar ulang setelah lolos Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2022, menjadi kekhawatiran.

Kepala SMA Islam Al-Fajar Bekasi Dedi Supandi mengatakan, pihaknya sudah mengetahui hal tersebut. Menurutnya, hal itu menjadi kekhawatiran satuan pendidikan.

“Saya sudah mendengar kabar ini, tentu kabar ini akan menjadi kekhawatiran bagi sekolah,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Rabu (5/1).

Adanya kabar itu, ujar dia, sekolah akan lebih selektif memilih siswa yang mendaftar SNMPTN. Khusus bagi siswa eligible, akan dilakukan tahap pendampingan.

“Tentunya selektif memilih itu akan kami lakukan, khususnya bagi siswa yang memenuhi syarat akan dilakukan beberapa tahap pendampingan dari sekolah,” tuturnya.

Pendampingan tersebut meliputi konseling karir, pemilihan jurusan dan universitas. Selain itu, tak kalah penting ialah diskusi bersama dengan orang tua siswa.

“Ini adalah inti pendampingan yang akan dilakukan sekolah agar hal yang tidak diinginkan terjadi,” ucapnya.

Selain itu, sekolah akan memberikan surat pernyataan di atas materai kepada orang tua dan siswa agar dapat konsisten dalam menjalani prosedur seleksi SNMPTN.

“Kami akan buat surat pernyataan diatas materai dan ada konsekuensinya. Karena jika sudah lolos, tapi memutuskan untuk tidak mengambil dan melakukan daftar ulang sekolah dan siswa di bawahnya akan terkena imbasnya yaitu di blacklist dari perguruan tinggi tersebut,” tukasnya.

Hal senada dikatakan Kepala SMA Tulus Bhakti TB Kota Bekasi Margo Cahyono. Margono mengungkapkan, pihaknya khawatir dengan adanya ancaman tersebut.

“Kabar ini saya sudah dengar dari beberapa perguruan tinggi negeri yang ada, memang akan terjadi hal seperti itu jika siswa yang lolos tidak melakukan daftar ulang. Dan ini tentu menjadi kekhawatiran kami sebagai pihak sekolah,” tuturnya.

Menurutnya, meskipun beberapa perguruan tinggi tidak akan melakukan blacklist secara langsung. Namun hal ini sudah menjadi peringatan yang sangat mengkhawatirkan bagi sekolah.

“Kabarnya ada beberapa perguruan tinggi yang tidak langsung blacklist tapi akan diberikan kesempatan. Namun menurut saya ini adalah peringatan yang penting sekali untuk selalu kita ingat, karena ini akan berdampak pada penurunan jumlah siswa yang akan diterima PTN,” katanya.

Dikatakan, siswa dan orang tua siswa di sekolahnya juga akan diberikan surat pernyataan di atas materai untuk dapat mengikuti seleksi SNMPTN sesuai prosedur.

“Pihak sekolah akan lebih ekstra lagi menyeleksi siswa yang benar-benar serius dalam jalur SNMPTN. Pihak orang tua juga akan diberikan pemahaman bahwa tidak boleh menolak hasil SNMPTN nanti. Kami akan buatkan pernyataan kesanggupan orang tua dan siswa ditandatangani diatas materai,” katanya. (dew)

Related Articles

Error, no group ID set! Check your syntax!
Back to top button