Cikarang

Target PAD Tak Tercapai, Sektor PBB Surplus

RADARBEKASI.ID, CIKARANG PUSAT – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bekasi, tidak mampu mencapai 100 persen target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2021 , dari yang ditargetkan sebesar Rp 2, 65 triliun. Melainkan hanya tercapai 98 persen.

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Pengendalian dan Evaluasi Badan Pendapatan Daerah, Akam Muharram kepada Radar Bekasi, Rabu (5/1).

Kata dia, capaian PAD kurang Rp 59 miliar.

Akam menjelaskan, tidak tercapainya target PAD, dikarenakan masa pandemi. Karena sejumlah tempat usaha tidak diperbolehkan buka. Salah satunya mal dan restaurant, sehingga tidak ada kegiatan jual beli yang signifikan.

“Pada tahun 2021 lalu, ada lonjakan Covid-19. Jadi, sangat berpengaruh dalam pencapaian target PAD,” ucapnya.

Lanjut Akam, per tanggal 21 Desember 2021, PAD sektor perhotelan, dari target Rp 47 miliar, hanya tercapai Rp 23 miliar. Sedangkan untuk restoran, dari target Rp 164 miliar, hanya tercapai Rp 140 miliar.

Kemudian, untuk sektor parkir, dari target Rp 16 miliar, hanya tercapai Rp 9 miliar, dan pajak reklame, dari target Rp 20 miliar, hanya tercapai Rp 10 miliar.

“Jadi, memang banyak PAD yang tidak tercapai, khususnya dari kegiatan swasta maupun usaha. Namun pada tahun 2022 ini, kami akan terus berupaya meningkatkan pencapaian PAD,” janji Akam.

Menurutnya, meski dari sejumlah sektor PAD banyak yang tidak tercapai, hanya saja potensi Pendapatan Bumi dan Bangunan (PBB), dengan adanya kebijakan penghapusan denda pajak, sehingga pencapaian PBB bisa surplus.

“Awalnya, kami tidak yakin dengan capaian PBB. Namun dari adanya penghapusan denda pajak, hasilnya cukup luar biasa. Sebab, pada tanggal 10 Desember 2021, masih ada kekurangan sebesar Rp 32 miliar, dan ternyata, dari target Rp 532.500.000.000,- bisa terealisasi Rp 539 miliar, sehingga jadi surplus Rp 6 miliar,” terang Akam. (and)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Error, no group ID set! Check your syntax!
Back to top button