Cikarang

BBWS Diminta Selesaikan Perbaikan Tanggul Tiga Minggu

RADARBEKASI.ID, CABANGBUNGIN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi, meminta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), agar segera memperbaiki tanggul yang longsor di Sungai Citarum, Kampung Tapak Serang, Desa Lenggah Jaya, Kecamatan Cabang Bungin, dalam waktu tiga minggu.

Pasalnya, debit air di sungai tersebut terus meningkat, sementara kondisi tanggul yang longsor belum juga diperbaiki.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Novi Yasin mengatakan, ia bersama anggota DPRD lain yang berasal daerah pemilihan (dapil) V, menyarankan kepada BBWS, bisa lebih cepat untuk melakukan perbaikan tanggul yang jebol, walaupun belum bisa diperbaiki secara permanen. Namun setidaknya, tanggul darurat harus segera dibuat, mengingat debit air terus meningkat.

“Sekarang air dari Sungai Citarum, sudah mulai merembes ke rumah warga, karena debit air terus meningkat. Saya bersama anggota dewan dari dapil V, mendesak BBWS bisa lebih tanggap,” ujarnya kepada Radar Bekasi, usai meninjau lokasi tanggul yang longsor, Jumat (7/1) lalu.

Dari pantauan Radar Bekasi dilokasi, debit air Sungai Citarum terus meningkat, dibandingkan beberapa hari sebelumnya, pada saat tanggul pertama kali longsor. Meski demikian, dilokasi sudah ada alat berat yang mulai meratakan tanah longsor, tapi untuk perbaikan, belum dilakukan.

Lanjut politisi Partai Golkar ini, setelah meninjau ke lokasi, pihaknya akan berkoordinasi dengan anggota dewan yang lain, untuk mencari solusi, agar kejadian longsor di Pebayuran tidak terulang kembali.

Novi juga berencana mengadukan persoalan ini langsung ke Kementerian PUPR, jika BBWS lambat melakukan perbaikan tanggul.

“Kami akan berkirim surat ke Kementerian PUPR, sekaligus meminta dalam tiga minggu perbaikan tanggul sudah selesai,” harapnya.

Sebelumnya, Kepala BBWS Citarum, Bastari menjelaskan, Sungai Citarum hilir ini kan sungainya terbentuk dari sedimen. Sehingga, memang kondisi tanggul-tanggul yang lama, perlu diperbaiki.

Bahkan kata dia, sejumlah tanggul sudah ada penanganan, termasuk salah satu dari 21 titik tanggul kritis, yang ditangani dalam rangka menghadapi musim banjir pada akhir tahun 2021 lalu, dan di awal tahun 2022.

“Dalam hal ini memang harus berhati-hati, dengan kondisi banjir beberapa waktu lalu, air tiba-tiba surut, dan menarik posisi tanggul darurat yang sudah kami buat,” ucap Bastari. (pra)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Error, no group ID set! Check your syntax!
Back to top button