Pembelajaran Tatap Muka masih Terbatas

PROSES KBM: Guru memberikan materi saat pembelajaran tatap muka di SDN XVI Kayuringinjaya, Bekasi Selatan, Senin (10/1).RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI TIMUR – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi masih mewajibkan masing-masing sekolah melakukan kegiatan belajar mengajar 50 persen dari jumlah siswa.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Inayatullah mengatakan, belum menerapkan PTM 100 persen karena melihat kondisi pandemi dan munculnya varian omicron.


Sehingga pihaknya masih menerapkan proses pembelajaran tatap muka terbatas berdasarkan SKB Empat Menteri.”Kita seharusnya sudah melakukan PTM 100 persen. Tetapi kita masih melihat kondisi perkembangan dari pada omicron,” kata Inay sapaan akrabnya kepada Radar Bekasi, Senin (10/1).

Terlebih kasus Covid-19 di DKI Jakarta yang berbatasan langsung dengan Kota Bekasi mengalami peningkatan. Instruksi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dijelaskannya mengeluarkan kebijakan untuk sementara PTM 100 persen ditinjau ulang.


“Karena kita melihat kondisi kesehatan anak kita utamakan. Walaupun Pemkot Bekasi sudah siap melaksanakan PTM 100 persen, tetapi untuk sementara ini kita masih tetap 50 persen PTM daring dan PTM luring itu secara bergiliran,” ucapnya.

Kemudian, secara bertahap pihaknya akan melakukan proses pembelajaran 100 persen. Namun pihaknya juga melihat dahulu perkembangan serta hasil rekomendasi dari Dinas Kesehatan Kota Bekasi dan juga rapat koordinasi.

Ia justru mengisyaratkan PTM 100 persen ditunda, hingga melihat perkembangan satu dua minggu kedepan.

“Kita juga sudah punya regulasi pada PTM terbatas pada tahun 2021-2022. Nah untuk semester genap atau dua ini kita memang sedang menyusun draft untuk regulasi terkait kebijakan kita untuk kedepan PTM 100 persen,” terangnya.

Yang sudah disiapkan, mulai infrastruktur, kemudian, dari vaksinasi tenaga pendidik sudah 99 persen termasuk siswa untuk usia 12-17 tahun diklaim sudah 99 persen. Sementara untuk usia 6-11 tahun per tanggal 8 Januari sudah 60 persen.

“Kita sudah siap secara infrastruktur. Vaksinasi pun kita sudah tersalurkan. Kita tinggal menunggu perkembangan saja. Apakah minggu depan atau kapan kita sudah siap tinggal melaksanakan saja,” jelasnya.

Inay juga menyampaikan, Pandemic Covid-19 yang belum berakhir terpaksa pembelajaran tatap muka terbatas dilakukan. Namun pihaknya mengklaim pelajaran yang diberikan tetap sama.

“Karena memang Pandemi Covid-19 belum selesai saya berharap kepada masyarakat orang tua, itu harus benar-benar prokesnya diperhatikan. Pihak sekolah dan kita harus sama-sama melakukan pengawasan dan saya harap Pandemic Covid-19 segera berakhir,” ungkapnya. (pay).