Ratusan Siswa Belajar di Ruangan Kelas Rusak

SEKOLAH RUSAK: Warga melihat kondisi gedung sekolah yang rusak, di SMPN 1 Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Rabu (12/1). Pihak sekolah berharap kepada Pemerintah Kabupaten Bekasi, untuk segera memperbaiki fasilitas lab, dan ruang kelas tersebut. ARIESANT/RADAR BEKASI

CABANG BUNGIN – Belasan ruang kelas di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Cabangbungin, di Kabupaten Bekasi, rusak parah. Bahkan, dua diantaranya sudah rata dengan tanah, karena tidak ada perbaikan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi.

Padahal, pihak sekolah maupun pihak kecamatan, sudah mengajukan atau mengusulkan dari tahun 2017 lalu, namun tidak kunjung direspon.


Kepala SMPN 1 Cabangbungin, Sumarni mengatakan, ruang sekolah ini sudah rusak sejak lama, yakni dari empat tahun yang lalu. Dan sekarang, ada 13 ruangan yang tidak bisa digunakan sama sekali, bahkan dua diantaranya, sudah rata dengan tanah.

“Kerusakan ini sudah lama, dari empat tahun yang lalu, dan totalnya ada 25 ruangan, 13 rusak, yakni 11 ruang kelas, dan dua ruang lab,” terang Sumarni kepada Radar Bekasi, Rabu (12/1).


Dari pantauan Radar Bekasi di lokasi, 13 ruangan yang rusak tersebut, sudah ditumbuhi rumput. Bahkan, ada tulisan dilarang masuk ke area tersebut, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Lanjut Sumarni, dari 12 ruang kelas yang ada, lima diantaranya, kondisinya sudah rusak, namun tetap dipaksakan untuk digunakan, karena tidak ada lagi ruang kelas.

Dalam kondisi seperti ini, pembelajaran harus dibagi menjadi dua sesi, pagi dan siang. Menurutnya, kondisi pembelajaran seperti ini, sudah terjadi sebelum pandemi.

“Kami membagi proses pembelajaran menjadi dua tahap, ada yang masuk pagi, dan ada juga yang siang. ekarang ruangan yang kondisinya masih bagus sekitar tujuh ruangan, dan ruangan yang dipaksakan ada lima. Jadi 12 ruang, dengan jumlah siswa sekitar 800,” jelasnya.

Menurut Sumarni, kerusakan sekolah yang dipimpinnya ini, karena termakan usia. Mengingat ruang kelas yang rusak itu, sudah sangat lama dibangun.

“Kerusakan ini disebabkan sudah termakan usia, yang mana sekolah ini mulai dibangun pada tahun 1985,” bebernya.

Sumarni mengaku, sudah melaporkan kerusakan bangunan sekolah ke Dinas Pendidikan, melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), dan sampai sekarang belum ada tindak lanjutnya. Ia menduga, belum adanya tindak lanjut, karena anggaran perbaikan dialihkan ke Covid-19.

Sementara itu, Camat Cabang Bungin, Asep Bukhori mengungkapkan, kondisi SMPN 1 Cabangbungin ini sudah sangat memprihatinkan, karena sarana dunia pendidikan memang harus bagus, sehingga anak-anak harus belajar dengan keterbatasan ruangan.

“Kalau saya melihatnya sangat prihatin, karena sarana pendidikan memang harus bagus, agar anak-anak belajar lebih giat,” harapnya.

Asep mengklaim, dirinya sudah mengusulkan di Musrenbang desa sampai tingkat kecamatan. Bahkan, sudah membawa proposal ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, namun sampai sekarang belum ada kelanjutan.

“Tolonglah kepada pemangku kebijakan, agar memperhatikan sarana pendidikan di Cabangbungin, karena anak-anak kenyamanan dalam proses belajar-mengajar,” tandasnya. (pra)