Bekasi

Tanggul Citarum Ancam Rumah Warga

RADARBEKASI.ID, CABANGBUNGIN – Sebanyak 48 rumah di Kampung Tepak Serang, Desa Lenggah Jaya, Kecamatan Cabang Bungin, terancam tertimbun longsoran tanggul sungai Citarum. Pasalnya, tanggul sepanjang 700 meter yang sebelumnya amblas kondisinya semakin kritis setelah adanya perbaikan dan curah hujan semakin tinggi (meningkat).

Kemarin, tiga rumah yang berada di area tanggul ambruk setelah tertimpa reruntuhan tanah dari tanggul sungai Citarum. Kejadian tersebut bersama dengan turunnya hujan sekitar pukul 22:00 WIB. Namun demikian, kejadian tersebut tidak memakan korban, karena pemilik rumah langsung berhamburan keluar rumah.

Warga yang rumahnya rusak, Dasem (50) mengatakan sebelum rumah tertimpa tanah tanggul terdengar suara reruntuhan tanah. Dirinya yang saat itu sedang menonton televisi saat terkejut rumahnya tertimpa tanah dan langsung berhamburan keluar rumah bersama anggota keluarganya. Menurutnya, kejadian tersebut berbarengan dengan hujan pukul 22:00 WIB.

“Awalnya gelegar-gleger, gemblak-gembluk, ekh nggak tahunya tanah gempar, dan menimpa rumah, saya panik lemes. Alhamdulilah enggak sampai ada korban, karena langsung keluar rumah. Semua barang-barang nggak ada yang bisa diselamatkan,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Rabu (12/1).

Dirinya berharap,rumahnya yang rusak parah bisa diperbaiki oleh pemerintah, karena dia tidak punya biaya untuk perbaikan. Untuk sementara dirinya akan tinggal di rumah saudaranya. “Saya tinggal di rumah saudara selama belum diperbaiki. Harapan saya agar rumah diperbaiki, untuk sementara akan tinggal di rumah saudara,” tuturnya.

Pantauan Radar Bekasi di lokasi, tanggul sungai Citarum semakin dekat dengan pemukiman warga setelah adanya perbaikan dari BBWS Citarum. Sementara untuk debit air semakin meningkat.

Kepala Desa Lenggah Jaya, Sadih M Farhan menuturkan longsor ini terjadi karena sedang ada pengerjaan dari BBWS Citarum, ditambah dengan adanya curah hujan yang tinggi beberapa hari ini. Sekarang ada tiga rumah yang tertimpa tanah tanggul. Kedepannya, dirinya menduga bukan tiga rumah, melainkan rumah sepanjang tanggul akan menerima hal yang serupa (tertimpa tanah tanggul). Sebab, kondisi tanggul sudah tidak ada kekuatan untuk menahan.

“Yang terdampak longsor ada tiga rumah, kalau keseluruhan rumah di sepanjang tanggul yang kritis ini ada 48. Saya khawatir apabila debit air tinggi, bukan hanya tiga rumah saja, tapi bisa semua rumah sepanjang tanggul bakal terkena longsor. Karena tanggulnya sudah tidak ada kekuatan,” jelasnya.

Kata dia, debit air sudah mulai naik, dirinya sangat berharap agar perbaikan bisa lebih serius lagi dari BBWS Citarum, karena sudah sangat darurat. “Saya mohon agar lebih diseriuskan pekerjaan di titik ini, karena sudah sangat darurat,” tukasnya.

Ditempat yang sama, Camat Cabang Bungin, Asep Bukhori mengungkapkan, sebelum kejadian ini dirinya sudah memprediksi akan longsor, karena curah hujan sangat tinggi. Misalkan kedepannya curah hujan seperti ini terus longsor akan melebar, mengingat tanah tanggul Citarum sudah mulai bergeser ke pemukiman warga.

“Sekarang tanah tanggul Citarum sudah mulai bergeser ke pemukiman warga. Tidak menutup kemungkinan akan longsor lagi, karena sepanjang 700 meter sudah retak-retak, jadi tidak ada penahanan lagi,” ucapnya.

Saat ini, dirinya bersama BPBD Kabupaten Bekasi sudah membuat pos untuk pemantauan air dan tenda pengungsian, termasuk menyiapkan logistik. Dengan kondisi seperti ini dirinya berharap, ada upaya dari pemerintah pusat untuk segera melakukan perbaikan, agar tidak jebol.

“Saya sudah menghimbau secara lisan agar segera melakukan evakuasi di kecamatan, karena memang sudah disiapkan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Bekasi, Henri Lincoln menilai longsornya tanah tanggul Citarum ini karena curah hujan sudah mulai tinggi dan adanya perbaikan, sehingga terdampak longsor dan menimpa rumah warga. Sejauh ini sudah menyiapkan tenda pengungsian sebagai antisipasi, karena dikhawatirkan muka air naik.

Bahkan, dirinya juga sudah menyiagakan personil BPBD bekerjasama dengan unsur Muspika Cabang Bungin untuk melakukan pemantauan. Sambil berkoordinasi dengan BBWS Citarum, belum lama ini kata Henri, dirinya sudah bersurat ke BBWS supaya ada rekayasa tinggi muka air.

“Untuk personil BPBD sudah disiagakan sekitar dilokasi dari satu Minggu yang lalu, bekerjasama dengan unsur Muspika kecamatan, karena memang sudah mendirikan pos pantau. Langkah antisipasi harus kita lakukan, karena curah hujan tinggi,” katanya.

Untuk rumah yang rusak, dirinya sudah berkoordinasi dengan dinas terkait agar segera memberikan bantuan perbaikan. “Untuk yang rumahnya rusak, saya akan bersurat ke dinas terkait agar segera dilakukan perbaikan,” ucapnya.

Terpisah, Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi, Uriyan Riana sangat menyayangkan peristiwa tersebut. “Sudah kita ingatkan saat kunjungan kerja ke kantor BBWS Citarum,” ucapnya.

Menurutnya, BBWS Citarum harus totalitas dalam melakukan penanganan terhadap titik-titik tanggul yang kritis. Bukan hanya di Cabang Bungin, melainkan di seluruh titik kritis yang ada di Kabupaten Bekasi. Pasalnya, kemungkinan jebol di titik tanggul yang lain pasti ada, karena penanganan banjir itu harus diselesaikan secara komprehensif, tidak bisa satu-satu.

“Saya berharap kepada BBWS agar totalitas melakukan penanganan terhadap titik kritis, ini harusnya diantisipasi dari awal supaya mereka betul-betul mengkaji secara teknis untuk mempersiapkan anggaran,” tukasnya.(pra)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Error, no group ID set! Check your syntax!
Back to top button