Perbaikan Rumah Rusak di Cabangbungin

BELUM DIPERBAIKI: Warga berada di sekitar rumah yang rusak akibat tertimpa reruntuhan tanggul Sungai Citarum, Minggu (16/1). Dinas Disperkimtan Kabupaten Bekasi bakal berkoordinasi dengan Baznas setempat untuk perbaikan rumah warga yang rusak tersebut. ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, – Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Bekasi bakal berkoordinasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) setempat untuk perbaikan rumah warga di wilayah Cabangbungin yang rusak akibat tertimpa reruntuhan tanggul Sungai Citarum. Hal itu dilakukan agar tidak ada dobel kegiatan dalam penanganan ini.

Sekretaris Disperkimtan Kabupaten Bekasi Nur Chaidir mengatakan, informasinya Baznas akan memberikan bantuan perbaikan rumah yang rusak tersebut. Hal itu diketahui dari hasil rapat bersama Pelaksana tugas (Plt) Bupati Bekasi Akhmad Marjuki dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya.


Oleh karena itu dirinya menegaskan, akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan Baznas agar tidak ada dobel kegiatan. Kemungkinan, koordinasi tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat ini. “Mungkin besok atau lusa saya mau komunikasi sama Baznas, agar nanti tidak dobel dan duplikat kegiatan. Karena informasinya mau ada bantuan dari Baznas,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Senin (17/1).

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Bekasi Henri Lincoln menuturkan, tupoksi pihaknya hanya sebatas melaporkan karena kewenangan tersebut berada di Disperkimtan. Sejauh ini dirinya mengaku sudah melaporkan itu ke Disperkimtan dan Bupati Bekasi saat rapat bersama.


“Kita hanya sebatas melaporkan saja, karena nggak punya tupoksinya, itu ada di Disperkimtan. Sebenarnya kita punya bidangnya, cuma kita nggak ada kewenangannya,” tuturnya.

Diketahui, tiga rumah milik warga yang rusak akibat tertimpa reruntuhan tanggul Sungai Citarum belum mulai diperbaiki oleh dinas terkait hingga Minggu (16/1). Padahal, rumah yang berada di Kampung Tapak Serang Desa Lenggahjaya Kecamatan Cabangbungin Kabupaten Bekasi itu sudah rusak selama lebih dari 10 hari sejak bencana melanda pada Rabu (5/1). (pra)