PTM 100 Persen Bakal Dimulai SMP

VAKSIN COVID-19: Petugas medis menyuntikkan vaksin Covid-19 kepada pelajar di SDN 03 Pasirtanjung Kabupaten Bekasi, beberapa waktu lalu. ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, CIKARANG PUSAT – Pembelajaran tatap muka (PTM) dengan kapasitas siswa 100 persen di Kabupaten Bekasi bakal dimulai pada satuan pendidikan tingkat SMP terlebih dahulu, kemudian disusul SD. Mengingat vaksinasi dosis pertama dan kedua bagi anak seusia jenjang sekolah itu sudah selesai.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi Carwinda menegaskan, pihaknya tidak akan memaksakan satuan pendidikan menyelenggarakan pembelajaran tatap muka (PTM) secara penuh.


Menurutnya, terdapat berbagai pertimbangan untuk memutuskan menggelar PTM 100 persen. Di antaranya, memastikan vaksinasi bagi siswa agar tidak terjadi transmisi kasus Covid-19 di sekolah.

“Sampai saat ini kami masih menerapkan PTM 50 persen. Meski penularan Covid-19 sudah jauh lebih turun, tapi kami ingin memprioritaskan vaksinasi dulu sebelum benar-benar membuat PTM 100 persen. Jadi kami pastikan dulu vaksinasi itu,” jelasnya.


Untuk memaksimalkan proses belajar mengajar lebih baik, Carwinda masih terus berkoordinasi baik dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat maupun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terkait PTM 100 persen.

Lanjut dia, juga meminta petunjuk pelaksanaan teknis agar PTM 100 persen aman dari penularan Covid-19. “Sampai saat ini kami masih terus koordinasi bagaimana nanti teknisnya, kemudian hal-hal apa saja yang harus diperhatikan. Kami ingin memastikan bagaimana menekan celah penularan Covid-19 jika semua siswanya masuk sekolah,” ucapnya.

Carwinda memastikan, jika nanti siap digelar, PTM 100 persen akan lebih dahulu diterapkan di tingkat SMP. Soalnya, berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, vaksinasi bagi anak usia SMP sudah rampung, baik dosis pertama maupun kedua.

“Jadi dipastikan nanti SMP dulu yang masuk PTM 100 persen. Jika tidak ada kendala, rencananya untuk SMP nanti PTM 100 persennya akan digelar sekitar 1 Februari nanti,” ucap dia.

Sedangkan untuk tingkat SD, lanjut Carwinda, rencananya akan digelar pada 1 Maret 2022. “Untuk SD, masih banyak yang belum vaksinasi dosis keduanya. Saat ini masih terus berjalan. Tapi kami prediksi Februari vaksinasinya dosis pertama dan kedua untuk SD sudah selesai, jadi siswa sudah bisa masuk sekolah PTM 100 persen mulai 1 Maret nanti,” ucapnya.

Carwinda mengatakan, kebijakan penerapan PTM 100 persen telah dikomunikasikan dengan orang tua murid melalui pihak sekolah. Orang tua pun memahami kondisi yang ada. “Orang tua ada yang setuju, ada yang tidak. Tapi mereka memaklumi bahwa lebih baik memastikan vaksinasi lebih dulu sebelum nantinya sekolah seperti biasa,” tutupnya. (and)