Beli Minyak Sayur Dibatasi

BELUM TURUN : Pedagang menata minyak goreng kemasan di Pasar Baru Bekasi, Kota Bekasi, Rabu (19/1). Kementrian Perdagangan menetapkan kebijakan satu harga minyak goreng dengan harga setara Rp 14 ribu, namun harga minyak goreng di pasar tradisional masih di atas Rp 20 ribu. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID,┬áBEKASI SELATAN – Pemerintah telah memberlakukan kebijakan satu harga minyak, kebijakan yang berlaku sejak kemarin akhirnya dikeluarkan setelah beberapa bulan harga minyak melambung tinggi. Bagi pelaku usaha yang membutuhkan persediaan minyak dalam jumlah banyak, batasan jumlah pembelian tidak mencukupi kebutuhan, sementara di pasar tradisional kebijakan ini baru akan berjalan pekan depan, butuh pengawasan pemerintah untuk memastikan semua pelaku usaha menaati kebijakan tersebut.

Kebijakan satu harga berlaku bagi rumah tangga, usaha mikro, dan usaha kecil sampai enam bulan kedepan. Saat ini kebijakan baru berlaku di toko ritel, di pasar tradisional baru menyusul pada tanggal 25 Januari mendatang dengan target pasokan minyak goreng dari pemerintah sebanyak 250 juta liter per bulan.


Toko ritel di Kota Bekasi sudah mulai menjalankan kebijakan ini, sementara di pasar tradisional harga jual masih bertahan di Rp20 sampai Rp23 ribu per liter. “Sekarang Rp20 ribu satu liter, belum ada informasi (kebijakan satu harga) tapi saya lihat status orang-orang,” kata salah satu pedagang di Pasar Baru Bekasi Timur, Salma (36).

Hari pertama kemarin, sosialisasi belum ia dengar dari pemerintah Kota Bekasi, juga belum terlihat penurunan jumlah pembeli pindah ke toko retail untuk membeli minyak goreng. Di tokonya, harga minyak per liter berkisar Rp20 sampai Rp22 ribu.


Sedangkan di minimarket, pembelian dibatasi 2 liter setiap satu orang pembeli. Tidak hanya jumlah yang dibeli, jumlah minyak yang disediakan di rak penjualan juga dibatasi, hari ini saja dalam satu hari dibatasi satu karton untuk tiap merk minyak goreng yang dijual.

“Ada (Batasan pembelian), untuk 1 liter per orang 2 pcs, untuk 2 liter per orang satu pcs,” kata salah satu pegawai minimarket di Bekasi, Ami.

Dalam satu hari kemarin, semua persediaan minyak di rak habis. Harga jual minyak berlaku untuk semua merk.Penurunan harga minyak goreng menjadi angin segar lagi pelaku usaha kecil menengah, salah satunya warteg. Selama harga minyak goreng berkisar di Rp35 sampai Rp40 ribu, pemilik warteg harus memilih untuk mengurangi ukuran porsi menu atau menaikkan harga menu.

“Kemarin-kemarin masih ada yang mempertahankan harga, tapi dengan mengurangi porsi. Misalnya tempe yang tadinya gede jadi dikecilin, dilema dari pada naikin harga pembelinya kabur,” kata korwil Komunitas Warung Tegal Nusantara (Kowantara) Bekasi, Tafsir Qosim.

Pilihan sulit harus diputuskan terutama pada periode pergantian tahun, saat semua harga bahan baku mengalami lonjakan harga.

Belum sepenuhnya bernafas lega, pembatasan jumlah pembelian membuat pemilik warteg masih membeli minyak dengan harga tinggi untuk mencukupi kekurangan minyak goreng yang dibutuhkan. Setiap warteg membutuhkan minyak goreng 5 sampai 6 liter, maka 3 sampai 4 liter sisanya dibeli dengan harga tinggi.

“Jadi mau nggak mau lebihnya kita beli dengan harga normal,” tambahnya.

Saat kebijakan ini berlaku pekan depan, pemilik warteg berharap minyak murah bisa dirasakan oleh semua masyarakat. Pemerintah perlu memastikan harga yang ditetapkan Rp14 ribu benar-benar merata, tidak ada yang menjual diatas harga Rp14 ribu tersebut.

Pengawasan dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bekasi, sosialisasi juga mulai dilaksanakan di pasar tradisional memanfaatkan waktu sepekan kedepan.

Kepala Disperindag Kota Bekasi,Teddi Hafni menyampaikan bahwa pihaknya sudah membuat surat tugas kepada aparatur untuk melakukan pengawasan di semua wilayah di Kota Bekasi.”Nanti dalam jangka waktu seminggu akan dimulai (di pasar tradisional), maksimal satu Minggu, kalau bisa sebelum satu Minggu ya lebih bagus. Jadi semuanya akan kita pantau, baik itu pasar tradisional atau modern,” paparnya.

Sebelumnya, Kota Bekasi sudah memulai bersama dengan pemerintah provinsi melakukan pasar murah, minyak dijual kepada masyarakat Rp14 ribu per liter di kantor kecamatan. Total minyak murah yang telah didistribusikan kepada masyarakat sebanyak 7.200 liter.

Rencananya, sebelum ada kebijakan satu harga, Kota Bekasi akan kembali mendapat jatah minyak murah dari pemerintah pusat sebanyak 50 ribu liter. Minyak murah ini didistribusikan melalui pasar, kelanjutannya kata Teddy, pihaknya menunggu informasi lebih lanjut lantaran telah diberlakukan kebijakan satu harga.

Sanksi tegas akan diberikan kepada pedagang di pasar tradisional hingga pelaku usaha retail jika kedapatan menjual minyak diatas harga yang ditetapkan dalam kebijakan Kementerian Perdagangan (Kemendag). Sanksi tersebut berupa surat teguran hingga pencabutan izin usaha.

“Mereka yang melanggar akan kena sanksi, mulai dari teguran, parah-parahnya ya kalau tidak bisa ditegur kita ambil langkah lebih ekstrim lagi, berupa pencabutan izin dan lain sebagainya,” tukasnya.(sur)