Pemda Ajak Perguruan Tinggi Tentukan Identitas Kota Bekasi

Tri Adhianto, Plt Wali Kota Bekasi

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pemerintah daerah (pemda) mengajak perguruan tinggi swasta untuk menentukan sebuah identitas yang tepat bagi Kota Bekasi.

“Pemkot akan mengajak beberapa perguruan tinggi untuk sama-sama memikirkan, branding apa yang pas untuk Kota Bekasi. Apakah sebagai kota pariwisata, kota perdagangan atau kota jasa,” ujar Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Bekasi Tri Adhianto saat ditemui setelah perayaan Hari Jadi ke-13 Tahun Radar Bekasi, Rabu (19/1).


Lebih lanjut, Mas Tri-begitu ia disapa- menyampaikan, pihaknya sudah membahas hal itu dengan sejumlah pimpinan perguruan tinggi di Kota Bekasi. Pembahasan mengenai branding juga akan dilakukan oleh Pemkot bersama dengan pelaku usaha serta perwakilan media massa.

“Hari ini kami sudah melakukan pertemuan dengan (pimpinan,Red) perguruan tinggi, setelah itu kami akan melakukan pertemuan dengan pengusaha dan beberapa awak media untuk menyampaikan hal ini,” jelasnya.


“Dari diskusinya nanti, ada satu buah tagline satu kata yang memperkenalkan bahwa itu adalah Kota Bekasi,” tegasnya.

Sementara, Wakil Rektor Bidang Sumberdaya Universitas Bina Insani Lucia Ari Diyani mengatakan, pihaknya sudah melakukan pembahasan terkait kerjasama dalam membuat sebuah branding bagi Kota Bekasi.

“Intinya pihak Pemkot menanyakan kesediaan pimpinan perguruan tinggi untuk bekerjasama dalam 3 hal yaitu smart city, creative city dan inovasi daerah. Masih akan ada pertemuan lanjutan dan Pemkot akan menjelaskan detailnya,” ucapnya.

Menurutnya, pembahasan lebih lanjut terkait kerjasama ini harus dilakukan. Sebab perguruan tinggi membutuhkan paparan yang jelas terkait hal tersebut.

Sebagai perwakilan perguruan tinggi yang ikut hadir dalam pemaparan kemarin, pihaknya menilai bahwa Kota Bekasi masih membutuhkan banyak pembenahan untuk menjadi kota wisata.

“Kalau menurut saya Kota Bekasi masih butuh banyak pembenahan untuk menjadi kota wisata, sehingga Kota Bekasi lebih cocok menjadi kota perdagangan karena dekat dengan daerah industri,” pungkasnya. (dew)