Disperkimtan Tinjau Rumah yang Tergerus Air

LAKUKAN PERBAIKAN: Seorang warga melakukan perbaikan rumahnya yang terdampak longsor Kali Bekasi, di Kampung Pisangan, Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Senin (24/1). ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, CIKARANG PUSAT – Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Bekasi, melakukan peninjauan ke sejumlah lokasi rumah yang rusak karena tergerus aliran sungai Kali Bekasi.

“Kami sudah turun ke lapangan, untuk menentukan kebijakan, apakah nantinya perbaikan itu dari program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), atau seperti apa,” ujar Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disperkimtan, Nur Chaidir, Senin (24/1).


Kata dia, setelah melakukan tinjauan lapangan, selanjutnya mengkaji untuk menentukan kebijakan. Apakah bisa dimasukkan dalam program bantuan melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) atau dari Rutilahu.

“Jadi, kami turun ke lokasi untuk melihat berapa rumah yang rusak, dan seberapa berat kerusakannya. Baru selanjutnya dilakukan pengkajian,” bebernya.


Sementara itu, salah satu warga yang rumahnya rusak, Erman (57), mengakui sudah ada pihak dari pemerintah yang turun melihat kerusakannya rumahnya.

”Memang benar sudah ada dari pihak pemerintah, yang mengecek kondisi rumah saya,” tuturnya saat dihubungi Radar Bekasi, kemarin.

Namun, dengan kondisi rumah dan tanahnya setiap tahun tergerus air, Erman berharap, ada relokasi sejumlah rumah yang rusak.

“Kami berharap, tidak hanya sebatas relokasi rumah saja, tapi harus ada perbaikan tanggul aliran sungai yang selalu menghantui warga setiap hujan deras,” ucap Erman.

Sekadar diketahui, sebelumnya sebanyak 10 rumah di RT 01/01, Desa Satria Jaya, sebagian mengalami rusak parah, dan beberapa diantaranya hanyut akibat tergerus aliran Kali Bekasi.

Rumah yang hancur itu, terletak di pinggiran Kali Bekasi. Sejak beberapa pekan terakhir, hujan deras mengguyur berbagai wilayah Kabupaten Bekasi, sehingga aliran sungai menjadi semakin deras.

“Saat hujan deras, sampai banjir. Kami sekeluarga pada keluar rumah, sebab air di kali juga sangat deres. Ternyata, air sudah masuk ke dalam rumah mencapai hampir setengahnya,” beber salah seorang warga yang rumahnya hancur akibat tanah pinggiran kali longsor, Fira (40).

Akibat longsor itu, bagian ruang tamu, dapur serta kamar tidur rumahnya, hanyut. Bahkan yang tersisa hanya halaman depan, serta beberapa bagian bangunan saja. (and)