Berita Bekasi Nomor Satu

Sudah Saatnya Guru jadi Konten Kreator

Surmanto Adam, Ketua KOMED Bekasi

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Tenaga pendidik di era digital ini harus memiliki keterampilan membuat media pembelajaran yang menarik. Surmanto Adam selaku Ketua Komunitas Media Pembelajaran (KOMED) Bekasi mendorong para guru untuk menjadi konten kreator.

KOMED merupakan komunitas yang mewadahi para guru untuk berkarya dan meningkatkan kualitas melalui berbagai aktivitas pembelajaran. Komunitas ini telah tersebar di lebih dari sembilan daerah di Indonesia.

Adapun KOMED Bekasi terbentuk pada akhir 2021. Terbentuknya komunitas ini sebagai bentuk kepedulian atas keterbatasan para guru tentang pengembangan metode dan media pembelajaran baik secara manual maupun digital.

“KOMED ini merupakan komunitas bagi para guru, mulai dari tingkat PAUD sampai dengan guru SMA atau SMK,” ungkapnya kepada Radar Bekasi, Sabtu (29/1).

KOMED Bekasi saat ini memiliki kurang lebih 300 anggota. Meskipun baru terbentuk, Surmanto menegaskan, komunitas yang diketuainya berkomitmen  untuk selalu menjadi yang pertama dalam perkembangan media pembelajaran.

“Kita ingin komunitas ini bisa berdampak baik pada kemajuan pendidikan,” ucap pria kelahiran Bekasi, 49 silam tersebut.

Berbagai pertemuan seminar maupun pelatihan pengembangan guru di bidang digital rutin diselenggarakan oleh KOMED Bekasi. Dalam waktu dekat, komunitas ini akan membuat pertemuan virtual dengan pembahasan terkait perpustakaan digital.

Hadirnya KOMED Bekasi diharapkan dapat membuat para guru menjadi konten kreator yang membuat beragam media pembelajaran. “Sudah saatnya guru di Kota maupun Kabupaten Bekasi menjadi seorang konten kreator di bidang media pembelajaran. Karena kita sebagai guru tidak ingin tertinggal dalam perkembangan zaman,” tutur guru yang akrab disapa Adam ini.

Selain itu, para guru yang tergabung dalam KOMED diharapkan dapat menjadi inspirator yang menginspirasi para guru lain untuk turut aktif dan kontributif dalam meningkatkan proses pembelajaran.

“Kita ingin mengajak lebih banyak guru untuk bisa berkontribusi dalam pengembangan media pembelajaran,” pungkasnya. 

Ingin Bermanfaat bagi Orang Banyak

 

BEKASI SELATAN – Adam merupakan guru yang aktif membagikan setiap kegiatan maupun ilmunya di kanal youtube pribadinya bernama “Pak Guru Adam”. Hal itu dilakukan karena dirinya ingin menjadi pribadi yang selalu bermanfaat bagi orang banyak.

Tenaga pendidik ini mengaku gemar mendokumentasikan setiap momen di sekolah. Aktivitas rekam video yang rutin dilakukannya membuat memori handphonenya penuh.

Dari kejadian itu, membuat Adam mencoba belajar menyunting video dan mengunggahnya ke youtube. Menurutnya, perkembangan media digital saat ini sangat membantu sebagian orang dalam mencari ilmu yang luas.

Dikatakan, kanal youtube miliknya saat ini bukan hanya sekedar untuk mengabadikan momen, tetapi juga dimanfaatkan sebagai media untuk mentransfer ilmu. Baginya, menyunting maupun mengunggah video ke dalam media sosial merupakan aktivitas yang menyenangkan.

“Senang aja bisa sharing momen anak-anak didik saya. Dan sekaligus bisa sharing mengenai ilmu apa saja melalui media youtube ini,” ucap guru di SDN Sumberjaya 05 tersebut.

Dirinya berharap perkembangan kanal youtube miliknya bisa memberikan manfaat bagi orang banyak dan membuatnya lebih semangat lagi dalam membuat konten.

“Saya ingin kehadiran saya dimanapun itu bisa bermanfaat bagi banyak orang, makanya saya memanfaatkan media apapun yang bisa menunjang saya lebih baik lagi dalam mentransfer ilmu,” tukasnya. (dew)

BIODATA

Surmanto Adam

Lahir: Bekasi, 12 Januari 1973

Pendidikan:

  • SDN Bekasi Jaya (1987)
  • SMPN 3 Bekasi (1990)
  • SMEA Bina Pendidikan Cibitung (1993)
  • D2 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Negeri Jakarta (2008)
  • S1 PGSD Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) Universitas Terbuka (2012)

Respon (1)

  1. Menjadi guru profesional adalah kewajiban dan menjadi lebih baik adalah kegarusan, guru adalah pengerak maka harus terus bergerak menjadi lebih bermanfaat.

    Keren dan inspiratif Kak Dewi

Komentar ditutup.