
RADARBEKASI.ID, BEKASI – Persiapan penerapan Kurikulum Prototipe di jenjang madrasah mulai tahun ajaran 2022/2023 dinilai mepet. Sebagian guru meyakini, implementasi Kurikulum Paradigma Baru ini tidak akan berjalan maksimal.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Al-Masthuriyah Kota Bekasi Fuady Hasan mengatakan, pihaknya telah menerima sosialisasi Kurikulum Prototipe dari Kemenag.
“Sosialisasi awal mengenai Kurikulum Prototipe ini memang sudah disampaikan oleh pihak Kemenag, termasuk informasi mengenai persiapannya juga sudah disampaikan,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Rabu (2/2).
Kurikulum Prototipe di tingkat satuan pendidikan madrasah akan diterapkan mulai tahun ajaran 2022/2023. Fuady menilai, persiapan yang diberikan oleh Kemenag kepada madrasah sangat singkat.
“Kalau untuk tahun ajaran mendatang sepertinya waktu yang diberikan sangat singkat, setidaknya satu tahun lah persiapan yang diberikan,” terangnya.
Kendati demikian, madrasah sebagai pelaksana di lapangan harus siap menerapkan Kurikulum Prototipe. “Siap tidak siap nya kita harus menjalankan, karena memang sudah menjadi perintah dari atasan kepada kami sebagai pengajar,” ungkapnya.
Sebagai persiapan penerapan Kurikulum Prototipe, pihaknya berencana memperdalam pengetahuan mengenai Teknik Informatika (TI) kepada seluruh guru.
“Banyak yang harus dipersiapkan, salah satunya Teknik Informatika yang saat ini menjadi satu kendala di kami. Makanya kami sedang tekankan itu, karena yang terpenting dalam Kurikulum Prototipe ini adalah kemampuan teknologi yang mumpuni,” terangnya.
Menurutnya, sosialisasi mengenai Kurikulum Prototipe ini harus terus digencarkan. Sebab waktu memasuki tahun ajaran baru 2022/2023 akan terasa sangat cepat.
“Tahun ajaran 2021/2022 aja saat ini sudah memasuki semester 2, yang artinya waktu untuk memasuki tahun ajaran baru tinggal sebentar lagi. Makanya banyak hal yang harus ditekankan dalam penerapan Kurikulum Prototipe ini,” tukasnya.
Hal senada dikatakan guru MTs Azzuhriyah Kota Bekasi Mutiara Dessy Kamariah. Ia menyampaikan, waktu yang diberikan untuk mempersiapkan penerapan Kurikulum Prototipe pada semester mendatang masih sangat kurang.
“Saya rasa waktunya memang sangat kurang, kalau waktu yang diberikan untuk penerapan tahun ajaran baru mendatang. Saya kira masih banyak guru yang meraba-raba,” ujarnya.
Menurutnya, Kurikulum Prototipe merupakan kurikulum baru yang membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk melakukan persiapan. Dengan kondisi pandemi seperti saat ini, dirinya tidak yakin penerapannya akan berjalan dengan maksimal.
“Selain pelatihan atau pembinaan khusus untuk sosialisasi maupun implementasi kurikulum tersebut, penerapan kurikulum ini guru benar-benar harus diberikan waktu untuk memahami dan menyerap dengan maksimal,” tukasnya. (dew)











