Berita Bekasi Nomor Satu
Bekasi  

Zinah Makin Mudah dan Ramah

Illustrasi Pintu Hotel

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Norma kehidupan masyarakat kini sedang di tepi jurang. Seks bebas kian digemari anak muda Bekasi. ‘Hari Valentine’ mereka jadikan ajang pembenaran untuk berzinah. Ya, Valentine dianggap sebagai momen pengujian rasa cinta hingga menciptakan momen romantis berduaan yang berlebihan. Fakta itu terungkap dari data okupansi penginapan murah yang tersedia di aplikasi.

Penelusuran di jaringan layanan tempat penginapan online Oyo, sejumlah kamar penginapan di Bekasi ludes dipesan periode 14 hingga 15 Februari. Tiap tempat menyediakan harga yang bervariatif, mulai dari label hotel, rumah, hingga kos-kosan. Harganya paling murah Rp90 ribu, paling mahal Rp800 ribu setelah dikurangi diskon.

Selain Oyo, aplikasi pemesanan secara online juga tersedia di Reddoorz, di aplikasi ini diskon 14 Februari tercantum 20 persen. Pertemuan Radar Bekasi dengan salah satu warga berinisial S (28) menyajikan fakta kecenderungan pemesanan via online lantaran menyediakan diskon.

“Karena memang tarifnya lebih murah dibandingkan dengan apartemen. Kalau apartemen sendiri sudah menetapkan harga, kalau Oyo kadang ada diskon, lebih murah,” katanya kepada Radar Bekasi, Senin (14/2).

Tidak di wilayah Bekasi, S biasa singgah di penginapan menggunakan aplikasi online ini saat berada di luar Bekasi. Datang sendiri untuk beristirahat atau berdua dengan lawan jenis berstatus teman.

Valentine atau hari kasih sayang ini diaplikasikan dengan cara masing-masing. S menyebut penginapan adalah lokasi terakhir yang dikunjungi pada hari valentine setelah berkegiatan di lokasi lain untuk sekedar bersenang-senang.

Salah satu pemilik unit apartemen di pusat kota, Aji Ali Sabana menceritakan beberapa alasan unit yang disewakan oleh pemiliknya menjadi lokasi rawan. Pertama, harga yang relatif murah serta memungkinkan di sewa per jam, relatif aman karena tidak setiap orang memiliki akses masuk ke dalam apartemen, serta memungkinkan banyak orang datang ke satu unit apartemen.

Sewa harian unit apartemen berkisar Rp375 hingga Rp400 ribu untuk double kamar. Sementara untuk tarif sewa per jam yang ia ketahui berkisar Rp100 ribu. Ia tidak menutup mata bahwa masih ada penyalahgunaan unit apartemen sebagai tempat mesum, termasuk pada saat momen valentine seperti kemarin.

Pasangan muda-mudi datang dengan berbagai macam kondisi, tidak jarang dijumpai dalam kondisi mabuk. Situasi ini membuat mayoritas penghuni risih.

“Biasanya menjelang tahun baru, valentine, atau Sabtu Minggu itu rame, walaupun tidak ada acara apalagi pada masa pandemi. Tetapi hunian ini dimanfaatkan setelah mereka ada kegiatan di luar,” ungkapnya.

Ia menyadari bahwa penghuni apartemen bersikap individualistis, tidak ingin tahu kegiatan satu sama lain, sehingga potensi penyalahgunaan kerap tidak terdeteksi, kecuali pada saat terjadi peristiwa tertentu.

Lebih banyak efek negatifnya, itu penilaian Aji tentang hari Valentine, salah satunya fenomena sex bebas. Pada masa pandemi, ia mengaku situasi di lingkungan apartemen lebih lenggang, namun penyalahgunaan unit diyakini tetap terjadi meski tidak masif.

“Terkait dengan hunian vertikal di Kota Bekasi sekarang ini berkurang ya, tapi kita tidak bisa mengatakan tidak ada di apartemen 100 persen. Tidak bisa dipungkiri oknum-oknum itu masih ada,” tukasnya.

Berbagi situasi di lingkungan apartemen, kunci untuk menertibkan lingkungan apartemen hanya dengan kolaborasi dan penegakan aturan. Mulai dari Security memastikan yang masuk ke dalam lingkungan apartemen adalah pemilik dan sudah berstatus pasangan suami istri, kemudian kepedulian penghuni apartemen, serta penegakan peraturan terkait dengan ketertiban masyarakat oleh pemerintah daerah.

Alih fungsi kontrakan menjadi tempat prostitusi online ini beberapa kali terbukti di Bekasi. Tahun lalu, prostitusi di kamar indekos diungkap di wilayah Kelurahan Kayuringin Jaya, sebelumnya juga operasi yustisi dilakukan di lingkungan Kelurahan Jatirangga.

Di Jatirangga, kamar kos dijadikan tempat prostitusi online melalui aplikasi pesan MeChat, penghuni kos menjajakan diri, dieksekusi di tempat tempat tersebut. “Jadi mereka di aplikasi MeChat itu lokasinya di kontrakan tersebut, jadi posisinya bukan kaya di Oyo yang memfasilitasi tempat,” kata Lurah Jatirangga, Ahmad Apandi.

Operasi yustisi dinilai memberikan shock therapi kepada penghuni kos. Dua pekan setelahnya didatangi dan didapati seluruh penghuni sudah pindah kos, meski hanya berpindah ke lingkungan kelurahan di sekitarnya.

Menghilangkan seluruhnya diakui sulit oleh Apandi. Namun, sampai dengan saat ini belum ada lagi laporan kecurigaan masyarakat terhadap tempat-tempat indekos di wilayahnya pasca operasi yustisi.

Saat itu sejumlah muda-mudi kedapatan berduaan di dalam kamar kos tanpa ikatan suami istri. Beberapa diantaranya bahkan kedapatan positif mengkonsumsi Narkoba, mereka melanjutkan proses hukum bersama penghuni yang kedapatan memiliki aplikasi MeChat dengan dugaan tindak pidana prostitusi online.

“Kalau yang tidak ada kemarin kita bawa ke kantor kelurahan, kita bina, orang tuanya kita suruh datang buat surat pernyataan,” tukasnya.

Apandi telah meminta masyarakat untuk berperan aktif mengawasi lingkungannya masing-masing.

Patroli kali ini dilaksanakan berbarengan dengan pendisiplinan Prokes di semua wilayah Kota Bekasi. Kerumunan orang dalam kegiatan tertentu di luar jam operasional tempat hiburan dan lainnya yang berpotensi tindakan meresahkan masyarakat ditertibkan.

“Itu tetap (patroli malam valentine), saat ini bahkan kita lebih gencar lagi. Kita ada di (PPKM) level tiga, kalau kita mendapati laporan parti-parti pada saat patroli pasti kita akan telusuri,” kata Kabid Penindakan Perda pada Satpol PP Kota Bekasi Saut Hutajulu.

Hari-hari ini patroli dilaksanakan dua waktu dalam satu hari, pada pukul 09:00 WIB dan pukul 21:00 WIB bersama dengan Polisi, TNI, Dishub, dan Dinkes Kota Bekasi. Saut juga memastikan patroli di masing-masing wilayah Kecamatan tetap berjalan di tengah situasi penularan Covid-19 meningkat. “Di wilayah juga tetap jalan terus,” tukasnya.

Sekedar diketahui, berdasar data Oyo, salah satu jaringan hotel pada tahun 2019 lalu menyebut ada kenaikan 22 persen okupansi hotel pada perayaan valentine dibandingkan dengan hari normal. (Sur)