RADARBEKASI.ID, BEKASI – Kok kamu tau nomor saya?, dapat nomor saya dari siapa ?,” ungkap salah seorang pejabat Eselon II Pemkot Bekasi, ketika Radar Bekasi berhasil menemuinya nya. Kepala dinas pada salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang bertugas memegang urusan wajib pemerintah daerah ini mengaku, sudah tidak mengaktifkan nomor lamanya. Belum sampai membeberkan alasannya, ia memilih segera berlalu . “Memang nomor yang lama sudah nggak saya aktifkan lagi,” tambahnya.
Ya, saat ini banyak Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintah Kota Bekasi, mulai dari staf, Pejabat Eselon IV, Eselon III, Eselon II hingga lurah dan camat mendadak irit bicara. Bahkan, sebagian dari mereka sengaja mengganti nomor telepon nya. Kondisi ini seiring makin banyaknya pejabat Pemkot Bekasi dipanggil sebagai saksi oleh KPK terkait kasus yang menjerat Wali Kota Bekasi non Aktif, Rahmat Effendi.
Beberapa narasumber Radar Bekasi membeberkan fakta, mereka pernah datang ke Jakarta berstatus saksi. Perasaan gamang, gelisah, waswas muncul lantaran ada pihak-pihak tertentu yang ingin memanfaatkan situasi ini. Tujuannya ingin mendapatkan sesuatu, atau menggeser jabatan yang saat ini diamanahkan, maka tidak heran jika akses komunikasi terputus akhir-akhir ini.
Banyak panggilan maupun pesan singkat masuk dari nomor tak dikenal, diacuhkan adalah pilihan paling tepat dibanding memutus akses komunikasi dari berbagai pihak. Pesan singkat bisa memberitahu tujuan tanpa dua arah secara langsung, diantaranya berisi informasi tawaran pengacara, tawaran memfasilitasi komunikasi dengan massa, hingga kecaman bernada negatif.
“Tapi memang itu banyak nomor-nomor baru, sharing nih, meneror, memframing anda bermasalah bla bla bla, ya nggak saya buka juga, lagian siapa sih, nggak kenal juga,” kata salah satu pejabat yang diperiksa oleh KPK sebagai saksi pada Januari lalu ini.
Menurutnya, karakteristik saat ini terbelah, sebagian memilih untuk menunggu proses hukum berjalan, sebagian ingin mendapat keuntungan dalam situasi yang tengah dihadapi oleh Pemkot Bekasi.
Selain stigma bermasalah kepada pejabat yang dipanggil sebagai saksi, senang dan ingin meraih sesuatu diatas penderitaan orang lain juga ia sebut masalah. Ia menekankan statusnya sebagai saksi belum tentu bermasalah.
“Saya sampai saat ini punya keyakinan, apa yang saya lakukan sampai saat ini masih normatif. Saya yakin saya tidak melakukan pidana, kalaupun saya bersalah ya sudah jalani saja,” ungkapnya.
Ada yang berpura-pura bersih, ada pula pejabat yang benar-benar merasa dirinya akan baik-baik saja karena memiliki keyakinan penuh tidak terlibat dalam praktik rasuah. Dalam situasi saat ini, dikatakan bahwa Pemkot Bekasi membutuhkan pemimpin yang mau mendengar, mempersatukan, menghargai orang lain, dan tidak sungkan merendah diri.
Sementara pejabat yang lain, mengaku tidak nyaman sekalipun menerima panggilan atau pesan singkat dari orang yang dikenal untuk menanyakan pokok perkara yang tengah berjalan. Diakui bahwa ia banyak menerima pesan singkat menanyakan statusnya sebagai saksi saat dimintai keterangan oleh KPK, hingga pokok perkara yang jelas tidak menjadi kewenangannya untuk menjawab.
Pejabat kesekian yang ditemui oleh Radar Bekasi ini masih bertahan dengan nomor telepon lama miliknya. Enjoy aja adalah kalimat yang keluar dari mulutnya untuk merepresentasikan suasana kebatinan yang ia alami saat ini, meskipun ia menjawab sangat berhati-hati.
Rasa khawatir tergambar dalam setiap jawaban. Menurutnya, keselamatan diri adalah sesuatu yang paling berharga untuk diminta kepada Tuhan.”Sekarang mah tinggal kerja, berdoa, rezeki, selamet, udah gitu aja,” katanya singkat.
Informasi lain yang didapat oleh Radar Bekasi, pejabat Pemkot Bekasi tidak begitu saja membuang nomor telepon lama milik mereka. Hanya saja, mereka memilih menggunakan nomor lain yang tidak banyak diketahui publik lantaran rasa takut hingga kekhawatiran nomor lamanya disadap. Konon nomor telepon lama ini akan kembali aktif pada masanya nanti.Alasan lainnya, ketakutan jika salah mengucap kata atau menyusun kalimat via pesan singkat.
Plt Walikota Bekasi, Tri Adhianto menegaskan, roda pemerintahan tetap berjalan. Dia mengaku, konsentrasi saat ini adalah pelaksanaan vaksinasi bersama dengan TNI dan Polri. Menurutnya, tidak ada hambatan berarti untuk tetap menjaga keseimbangan roda pemerintahan.
“Tidak ada (hambatan), saya kira semuanya jalan,” katanya.
Sementara terkait dengan fenomena beberapa pejabat mengganti nomor telepon, Tri menyampaikan opsi untuk menyampaikan permasalahannya melalui media sosial. Ia menganggap tidak harus kepala dinas untuk memberikan jawaban permasalahan dan isu yang berkembang di tengah masyarakat.
Tri memberi garansi jika media sosial tidak bisa menjawab permasalahan masyarakat untuk melapor langsung.”Kalau dia (pejabat) tidak konfirmasi kasih tau ke saya,” tukasnya.
Jawaban relatif singkat juga disampaikan oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi, Choiruman Joewono Putro. Dia memaklumi situasi kebatinan yang dihadapi oleh para pejabat, roda pemerintahan sejauh ini dinilai tetap berjalan.
“Saya saat ini masih memaklumi sampai semuanya terang. Kalau sekarang akibat dari pemanggilannya itu ya situasi kebatinannya sangat terasa,” paparnya.
Meski demikian, masyarakat tetap memiliki hak untuk mendapatkan informasi guna memastikan keluhan, aduan, dan permasalahan yang dialami oleh masyarakat memperoleh jalan keluar. Maka, masing-masing pejabat musti kembali menjalankan tugas pokok dan fungsi secara profesional dan bertanggung jawab.
Kebutuhan untuk melakukan evaluasi dan reorientasi mulai dari penyelenggaraan pelayanan publik hingga mindset. Perbaikan pelayanan publik bisa dilakukan mulai dari menginventarisasi keinginan masyarakat.
“Bahwa hari ini memang perlu evaluasi dan reorientasi pelayanan publik di Kota Bekasi mulai dari mindset, paradigma, pola pikir yang berbasis pada empati publik,” tambahnya politikus yang sempat dipanggil juga sebagai saksi oleh KPK.
Diakui bahwa perubahan tidak bisa dilakukan secepat kilat, perlu sosok teladan dan berkomitmen dalam mencapai tujuan pemerintah.”yang pasti butuh waktu,”tandasnya. (Sur)











