
RADARBEKASI.ID, BEKASI – Penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi Kota Bekasi saat pandemi Covid-19 ini belum terjadi peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya dalam periode yang sama. Untuk mencapai target mahasiswa baru, sejumlah perguruan tinggi berlomba menawarkan kemudahan kuliah.
Tahap pendaftaran bagi calon mahasiswa baru di sejumlah perguruan tinggi telah dimulai sejak Desember 2021. Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah IV Makmur Heri Santoso mengatakan, sejumlah perguruan tinggi swasta telah membuka pendaftaran bagi calon mahasiswa baru.
Pada tahun ini, jumlah pendaftar belum mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya dalam periode yang sama. “Virus Covid-19 di kota Bekasi ini masih naik dan turun. Saya rasa tahun ini sama seperti tahun sebelumnya, tidak ada kenaikan yang cukup signifikan,” katanya.
Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan masih sepinya masyarakat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Antara lain, menurunnya perekonomian dan karyawan yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).
Dengan kondisi sekarang ini, perguruan tinggi menyiasatinya dengan memberikan penawaran menarik. “Beberapa perguruan tinggi dapat menyiasati penurunan ini dengan dibuatnya kelonggaran biaya kuliah. Karena gak mungkin juga digratiskan, karena dosen juga butuh digaji,” jelasnya.
Kebijakan seperti kelonggaran biaya kuliah tentu akan sangat membantu para masyarakat di tengah perekonomian yang saat ini belum sepenuhnya membaik.
“Ini bisa jadi penawaran yang cukup menarik untuk calon mahasiswa baru, setidaknya mereka memiliki kesempatan untuk tetap kuliah dengan kelonggaran yang diberikan,” tuturnya.
Sementara, Ketua Lembaga Pengembangan Kreativitas dan Kebangsaan Universitas Krisnadwipayana (UNKRIS) Susetya Herawati menyampaikan, pihaknya sudah membuka pendaftaran gelombang pertama calon mahasiswa baru sejak awal Januari 2022.
Hingga Februari ini, UNKRIS telah menerima sekitar 20 persen dari target 2.500 mahasiswa baru. “Kami sudah memasuki angka 20 persen dari target penerimaan mahasiswa baru,” ujarnya.
Kekhawatiran terjadinya penurunan jumlah mahasiswa baru tentu dirasakan UNKRIS. Namun pihaknya percaya dengan berbagai upaya yang dilakukan dapat mencapai target.
“Ketakutan adanya penurunan penerimaan calon mahasiswa baru tentu saja, tapi kami perguruan tinggi optimis saja bahwa target yang sudah dibuat bisa tercapai,” jelasnya.
Pada tahun ini, UNKRIS menawarkan pembayaran kuliah dengan cara diangsur untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk bisa menempuh pendidikan tinggi. “Intinya UNKRIS dalam situasi pendemi ini mewadahi aspirasi untuk calon mahasiswa yang ingin kuliah dengan kemudahan-kemudahan, salah satunya pembayaran uang kuliah,” terangnya.
Susetya memprediksi, penerimaan mahasiswa baru akan meningkat pada gelombang kedua sampai dengan gelombang terakhir pendaftaran. “Kami hanya membuka tiga gelombang dan diprediksi peningkatan akan terjadi pada gelombang kedua dan gelombang ketiga terakhir,” pungkasnya. (dew)











