Nasib Pembangunan ‘Rumah Allah’

TAK KUNJUNG RAMPUNG : Foto udara pembangunan Masjid di komplek Islamic Center Kota Bekasi Jalan Ahmad Yani Bekasi Selatan, Senin (28/2). Sudah delapan tahun pembangunan masjid itu tak kunjung rampung.ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – “Sudah lama saya shalat Jumat di sini, tapi masjidnya masih seperti ini (progres pembangunannya), apa sih kendalanya ya?,” kata salah satu jemaah Masjid Islamic Center saat berbincang dengan Radar Bekasi sesaat sebelum memasuki masjid, belum lama ini.

Ya, masjid yang berada di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Margamulya, Kecamatan Bekasi Selatan setiap harinya selalu ramai dikunjungi Jemaah. Ada yang datang sendiri, maupun rombongan. Setelah ambil wudhu, masing-masing menempati shaf di dalam masjid yang belum selesai pembangunannya, atau menuju ke masjid lama di belakangnya, disana lebih rapi dan nyaman untuk beribadah.


Diketahui masjid Islamic center dimulai pembangunannya pada tahun 2013 lalu, sudah memasuki tahun ke Sembilan. Namun progres pembangunan terlihat belum mencapai 50 persen.

Sekilas, pendatang belum bisa menerka-nerka seperti apa desain pembangunan masjid di bagian depan area islamic center. Nyaris baru bentuk ruangan persegi saja yang terlihat, sementara diatas ruangan yang sudah jadi, belum bisa diterka akan dilanjutkan pembangunannya untuk lantai dua masjid atau langsung atap masjid.


Berada di dalam ruangan masjid yang belum rampung dibangun ini, suara sound system terdengar pecah, saat pembicaraan berlangsung cepat dan dengan suara tinggi, maka pendengaran tidak sempurna. Suasana akan berbeda saat berada di masjid lama di belakangnya, suara sound system di pelataran maupun di dalam sangat jelas, tidak bergema apalagi kabur, lebih nyaman.

Masjid menjadi salah satu bangunan yang berdiri diatas tanah seluas 37.970 meter persegi tersebut, di samping bangunan gedung lain yang pemanfaatannya bersifat komersial maupun nonkomersial. Dari sisi historis, islamic center berdiri dengan tujuan sebagai pusat dakwah Islam dan kegiatan umat Islam di Bekasi.

Laporan keuangan pembangunan masjid sampai dengan 18 Februari lalu Rp779 juta, setelah dikurangi pengeluaran sekira Rp130 juta untuk pemasangan instalasi listrik, AC, sound, dan lain-lain, menyisakan saldo Rp646 juta. Pertengahan tahun 2019 lalu, islamic center rencananya dibangun dengan konsep gaya ala timur tengah, berikut dengan masjid seluas 2.400 meter persegi sebagai icon wisata religius.

Pengurus Yayasan Nurul Islam KH Noer Alie Bekasi yang selama ini memanfaatkan lahan berbekal Memorandum Of Understanding (MoU) mengaku, tidak mungkin pembangunan masjid ini dibebankan kepada yayasan swasta. Musti ada kewajiban pemerintah untuk membantu pembangunan.

“Ya memang membangun masjid Rp70 miliar begitu atau Rp60 (miliar) ke atas kalau dibebankan yayasan swasta berat,” kata ketua Yayasan Nurul Islam KH Noer Alie Bekasi, Abid Marzuki, Jumat (25/2).

Pada periode Walikota Bekasi Akhmad Zurfaih tahun 2003-2008, masjid Islamic center diminta untuk menjadi masjid agung. Namun, keinginan itu mendapat penolakan dari mantan Bupati Bekasi, Sukomartono.

Masjid Al Barkah kemudian menjadi masjid agung. Sedangkan masjid di area islamic center rencananya akan dijadikan masjid raya, tidak kunjung ditetapkan sampai saat ini.

Abid menyampaikan belum ada bantuan apapun dari pemerintah selama perjalanan pembangunan masjid. Hal ini juga yang membuat pengurus yayasan tidak bisa mematok target penyelesaian pembangunan masjid, hanya jawaban singkat dua, tiga tahun, atau lebih cepat lebih baik.

“Belum ada (bantuan dari pemerintah kota), yang ada itu dari provinsi Rp2 miliar sudah enam tahun lalu saat kita membangun pondasi, saat awal membangun,” tambah ketua yayasan yang baru saja dilantik pekan lalu.

Sementara itu Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi, Choiruman Joewono Putro menyampaikan pembangunan masjid harus menjadi tugas semua pihak, tidak hanya yayasan. Diakui bahwa pemerintah Kota Bekasi hanya satu kali memberikan Rp1 miliar pada saat Walikota Bekasi dijabat oleh Mochtar Mohamad.

Terakhir rencananya dianggarkan pembangunan oleh Pemerintah Kota Bekasi Rp2 miliar, namun terhalang situasi pandemi Covid-19.”Semuanya ini kan Rp60 miliar, tidak hanya masjid, tapi juga ada bangunan lainnya. Harusnya tidak hanya menjadi tugas pengurus saja, termasuk seluruh stakeholder,” paparnya.

Hematnya, masjid ini bisa menjadi landmark Kota Bekasi, sekaligus mewujudkan citra Kota Bekasi yang Ihsan, sesuai visinya. Pasalnya, selama ini kata Choiruman, landmark yang muncul di Kota Bekasi diantaranya Piramida terbalik, GOR, gedung pemerintahan 10 lantai, RSUD, dan alun-alun, islamic center sedianya bisa menggambarkan sisi religius.

Perjanjian Kerjasama (PKS) antara pemerintah Kota dengan Yayasan Nurul Islam KH Noer Alie Bekasi dinilai bisa mendorong keseriusan semua pihak untuk membangun masjid Islamic center. Perjanjian didalamnya akan mengatur hak dan kewajiban kedua belah pihak, berikut dengan status aset bangunan sehingga tidak terbengkalai.

“Sehingga jelas ini aset Kota Bekasi mau diapakan, dipercayakan kepada yayasan, yayasan sungguh-sungguh untuk membangun tuntas sehingga landmark Kota Bekasi bertambah,” tambahnya.

Ada beberapa sumber pendapatan di area islamic center yang diamati oleh Radar Bekasi, diantaranya adalah penyewaan gedung untuk kegiatan masyarakat, sewa lahan untuk pedagang, hingga pendapatan yang berasal dari parkir kendaraan saat masuk area islamic center.

“Kami disini bayar sewa mas. Harga nya itu Rp 600.000 untuk bulan pertama hingga bulan ketujuh. Namun di bulan kedelapan kita bayar Rp 500.000 dan itu kita setor ke pihak Koperasi Syariah,” ungkap salah satu pedagang yang berjualan di area Masjid tersebut.

Sementara itu Plt Walikota Bekasi, Tri Adhianto menyampaikan bahwa pembangunan masjid ini menjadi salah satu tugas pemerintah bersama dengan ulama Kota Bekasi dalam mewujudkannya sebagai icon. Saat ditanya bantuan pemerintah, Tri menjawab pemerintah pernah memberikan beberapa kali bantuan pembangunan masjid, namun ia tidak merinci berapa kali dan berapa besarannya.”Ada beberapa kali,” katanya. (Sur)