PTS Berlangsung secara Daring dan Luring

KERJAKAN SOAL: Sejumlah siswa SDN Jatiasih X Kota Bekasi mengerjakan soal saat mengikuti PTS secara luring, Senin (7/3). DEWI WARDAH/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pelaksanaan penilaian tengah semester (PTS) tahun ajaran 2021/2022 jenjang SD dan SMP di Kota Bekasi dimulai Senin, (7/3). PTS berlangsung secara daring dan luring.

Berdasarkan pantauan, PTS di SDN Jatiasih X Kota Bekasi dilaksanakan secara luring dengan menerapkan protokol kesehatan. Sejumlah siswa tampak bergantian memasuki ruang kelas untuk mengikuti pelaksanaan PTS.


Kepala SDN Jatiasih X Kota Bekasi Sadiah menyampaikan, pelaksanaan PTS secara luring dipilih karena kegiatan ujian dapat dipantau secara langsung oleh guru.

“Sekolah saya memilih luring karena bisa dipantau secara langsung dan hasilnya lebih valid,” ujarnya saat ditemui Radar Bekasi, Senin (7/3).


Pelaksanaan PTS secara luring dilakukan dalam kurun waktu dua minggu hingga 18 Maret 2022. Untuk kelas tinggi 4,5 dan 6 berlangsung pada minggu pertama dan kelas rendah 1,2,3 akan digelar pada minggu kedua.

“Sekarang penerapan pembelajaran tatap muka (PTM) masih 25 persen, kami tetap mengikuti aturan itu. Makanya proses pelaksanaan PTS ini agak cukup lama,” jelasnya.

Dalam pelaksanaan PTS secara luring, siswa nampak lebih antusias mengerjakan soal yang terlampir dalam sebuah kertas. “Kita pake kertas ulangan, jadi gak ada online-online atau daring. Semua manual dikerjakan dan diperiksa oleh guru,” ucapnya.

Sadiah optimis, nilai yang akan diperoleh siswa dalam pelaksanaan PTS semester dua ini dapat lebih seimbang dan tidak terlalu mengalami penurunan.

“Semenjak adanya PTM secara terbatas, sekolah saya kalau ada ulangan gak ada lagi yang daring. Sebisa mungkin saya lakukan secara luring agar siswa tidak mengalami loss, jadi saya yakin nilai siswa akan lebih baik pada penilaian PTS semester du aini,” terangnya.

Sementara Kepala SMPN 1 Kota Bekasi Muktia Wahyudi Isra menyampaikan, pelaksanaan PTS dilakukan secara fleksibel yaitu daring dan luring hingga 11 Maret 2022. “Sekolah saya memilih fleksibel saja pelaksanaannya lebih banyak dilakukan secara daring, namun jika ada yang terkendala jaringan atau sarana gadget nya tidak ada boleh datang ke sekolah,” ucapnya.

Pilihan daring dilakukan untuk mempermudah penilaian. Namun pada hari ini sebanyak 6 siswa terkendala jaringan sehingga memilih untuk melaksanakan PTS secara luring di sekolah.

“Kami yakin siswa memiliki tanggung jawab untuk mengerjakan soal, tanpa dibantu siapapun. Tapi tetap pelaksanaan PTS ini kami kontrol dari jauh oleh guru,” pungkasnya. (dew)