RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sejumlah SMKN di wilayah Bekasi tengah persiapan menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Persiapan yang dilakukan dengan menyediakan fasilitas teaching factory.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMKN 8 Bekasi Hikmah Tuloh Sidik menyampaikan, saat ini sekolahnya sedang mempersiapkan pasangan industri untuk penerapan teaching factory.
“Kami belum bisa membentuk BLUD, karena masih proses mempersiapkan pasangan industri untuk penerapan teaching factory,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Rabu (16/3).
Menurutnya, persiapan ini harus dilakukan secara cepat agar SMKN 8 Bekasi dapat segera menjadi BLUD. Menurutnya, BLUD dapat melatih siswa untuk dapat melakukan proses produksi selayaknya industri.
“Kita memang harus bergerak cepat, karena BLUD memang sangat bagus. Dimana Inovasi yang diciptakan para pelajar SMK ini tidak hanya menjadi pajangan praktik saja namun produk yang mampu dipasarkan sesuai standar industri,” tuturnya.
Selain dapat meningkatkan kompetensi siswa, lanjut dia, BLUD mampu memperluas pemeliharaan dan pengembangan bagi SMK.
“BLUD ini memang penting, makanya kami akan sesegera mungkin menyelesaikan pasangan industri. Sehingga sekolah kami memiliki kesempatan untuk membentuk BLUD ini,” terangnya.
Sementara Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMKN 15 Bekasi Dhani Irawan mengatakan, bahwa saat ini sekolahnya sudah memiliki teaching factory.
“Kami sudah memiliki kerjasama dengan pasangan industri, tetapi memang belum dimaksimalkan saat ini” terangnya.
Saat ini pihaknya sedang melakukan proses pendalaman komitmen dengan dunia kerja, yang berkaitan dengan produk yang dihasilkan oleh siswa agar bisa dipasarkan dengan standar industri.
“Kita sedang memaksimalkan teaching factory bersama dengan industri, baru setelah itu mungkin bisa melakukan persiapan agar memiliki kesempatan untuk bisa menerapkan BLUD di sekolah,” jelasnya. (dew)











