Berita Bekasi Nomor Satu
Bekasi  

Tanah Air Jatisampurna Dibawa ke IKN

Illustrasi

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Tanah dan air dari cagar budaya Sumur Binong, Kampung Kranggan, Kelurahan Jatirangga, Kecamatan Jatisampurna dipilih Gubernur Jabar Ridwan Kamil untuk mengisi kendi titik nol Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Cagar budaya Sumur Binong ini memang dikenal sakral. Sumur tersebut terletak di sebuah perkampungan di tengah rindangnya pepohonan. Kawasan tersebut bahkan sudah disematkan menjadi benda bersejarah di Kota Bekasi sesuai dengan Keputusan Wali Kota Bekasi.

Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Deded Kusmayadi mengatakan, pihaknya menyerahkan tanah dan air dari Sumur Binong berdasarkan permintaan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Setiap kota/kabupaten mengirimkan air dari sumber mata air yang dikramatkan beserta tanahnya, dari situ saya mengambil yang dari Sumur Binong,” kata Deded.

Deded menjelaskan, pihaknya menyerahkan sebanyak satu botol air dari sumber mata air Sumur Binong dan satu kilogram tanah di sekitar kawasan tersebut.”Jadi yang menentukan Sumur Binong itu dari Pemkot Bekasi, kalau provinsi hanya meminta mengumpulkan tanah dan air,” ujarnya.

Sumur binong tidak seperti sumur pada umumnya, hanya terdapat bangunan kecil serta terpal yang menutupi tempat aliran air serta jalan setapak untuk turun ke area sumur, itulah disebut sumur binong.

Pengunjung yang datang dilarang mengambil gambar atau video. Hal ini juga tertera dalam peraturan yang terpampang di pintu masuk menuju sumber mata air tersebut.

“Ini entuk, air yang keluar dari batu. Itulah kuasa Allah. Enggak pernah kering Sumur Binong ini,” kata Kuncen Sumur Binong Madinah. , Rabu (16/3/2022).

Sayang ia tidak mau menjelaskan asal-usul mengenai munculnya sumur yang dikenal keramat tersebut. Madinah lebih memilih untuk menjaga kesakralannya lantaran takut memberikan informasi yang salah. Sumur itu telah dipegang generasi sebelum ayahnya.

“Abah (bapak) megang sumur ini sejak 1960. Sebelum abah pegang, sudah ada beberapa generasi, sudah dikeramatkan, sudah sakral. Kita hanya menjaga kesakralannya,” kata dia.

Pria 32 tahun tersebut secara terang-terangan menolak pemugaran cagar budaya yang ditawarkan oleh pemerintah. Lagi-lagi alasannya untuk menjaga kesakralan kawasan tersebut. “Prasastinya aja sampai di sana. Pengen alami lah, kalau jalanan mah wajar,” ungkapnya.

Kisah Sumur Binong Bekasi, Tanah dan Airnya Dibawa Ridwan Kamil ke Titik Nol IKN Nusantara Cagar budaya yang turun-temurun dijaga keluarganya itu bakal dijaga sebaik mungkin. Pengunjung bahkan dibatasi aktivitasnya, hanya boleh untuk mandi dan membawa air dari sumur.

“Kalau mau cuci muka atau mandi silakan. Tapi untuk ambil gambar, foto atau video enggak boleh, mohon maaf,” pungkasnya. (cr1)