Sarana dan Prasarana (Sarpras) pendukung terciptanya program Smart City sempat disampaikan pada Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kota Bekasi di Harris Convention Hall Summarecon Bekasi, Kamis (17/03).
Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Hengki saat sesi tanya jawab, meminta sarana dan prasarana lebih ditingkatkan untuk pengamanan serta pemantauan jalanan agar mudah untuk memantau arus lalu lintas maupun tidak kejahatan di Kota Bekasi. Hal itu juga untuk mewujudkan program smart city.
“Sebagaimana tadi saya sudah menyarankan pak wali sarana dan prasarana untuk mewujudkan smart city. Paling tidak karena kita wilayah penyangga ibukota akan berdampak, yang dampak sosialnya pasti meningkat,” ucap Hengki seusai menghadiri Musrenbang kepada Radar Bekasi, Kamis (17/3).
Hengki menambahkan di era revolusi 4.0 Pemkot Bekasi harus bisa mengembangkan teknologi dalam segi pengamanan, berupa penambahan CCTV untuk titik-titik tertentu agar dapat memantau situasi Kamtibmas.
“Makannya tadi kalo bisa, di era 4.0 ini harus dibarengi kemajuan teknologi yang ada, guna mempermudah pemantauan situasi Kamtibmas seperti terjadi kepadatan arus lalu lintas. Ketika adanya CCTV kan lebih mudah dilihat melalui monitor, misalnya di Polres,” tuturnya.
Dengan penambahan kapasitas CCTV sendiri mempermudah untuk mencegah ataupun mengungkap tindak kriminal dengan cepat.
“Dengan CCTV yang ada itu, akan memudahkan kita, satu mencegah bukan menindak tapi dengan mencegah dengan monitor itu. Kedua kalo kita cegah kejadian itu tidak akan terjadi, karena kita cepat bertindak dengan cepat, Oh disana akan terjadi, kita langsung bergerak,” kata Hengki.
Plt Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto juga menanggapi tentang sarana prasarana yang diusung oleh Kapolres dan sudah masuk ke daftar program yang nantinya akan ditindak lanjuti guna membangun Kota Bekasi menjadi smart city.
“Saya kira kita juga punya program, bahwa ada target yang sebetulnya sama saja kesesuaiannya terkait dengan itu, guna bagaimana kita membangun smart city,” tutur Tri.
Selain itu, dalam perkembangan CCTV di kota Bekasi, Tri berharap kerjasamanya dari pihak swasta agar berkontribusi memfasilitasi guna membantu perkembangan Kota Bekasi.
“Ya kita bekerja keras, makanya kita mengajak juga pihak swasta untuk kontribusi. Bukan CSR, tapi lebih juga kepada memberikan fasilitasi terkait dengan bagaimana kebutuhan yang dibutuhkan,” paparnya.
Disamping itu, Tri juga memaparkan enam fokus pemkot kedepan, meliputi laju pertumbuhan ekonomi, laju inflasi, tingkat pengangguran, kemiskinan, indeks pembangunan manusia (IPM), dan gini ratio.
“Dari keenam indikator tersebut kita berkacakan pada kondisi makro Kota Bekasi tahun 2020-2021, sehingga untuk tahun ke depan keenam indikator itu yang nantinya akan menjadi titik fokus pada tahun 2023,” pungkasnya. (cr1).











