RADARBEKASI.ID, BEKASI – Jumlah Calon Jamaah Haji (Calhaj) yang melimpahkan porsi keberangkatan, menarik pelunasan, hingga batal berangkat di Kota Bekasi tahun ini makin bertambah. Kondisi ini akibat pandemic Covid 19 sejak dua tahun terakhir.
Pertengahan tahun 2021 lalu, ada 16 CJH yang mengajukan pengembalian uang pelunasan, ditambah empat Calhaj yang batal lunas atau batal melaksanakan ibadah haji. Sementara tahun ini, kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bekasi mendata ada 45 Calhaj yang melimpahkan porsinya kepada keluarga terdekat, 25 diantaranya telah mengajukan pengembalian uang pelunasan, 25 lagi batal lunas.
“Untuk data sampai dengan saat ini yang tunda keberangkatan haji tahun 2020, pelimpahan porsi 45 orang, pengembalian pelunasan 25 orang, dan batal lunas 25 orang,” ungkap Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag Kota Bekasi, Sri Siagawati.
Pelimpahan porsi oleh CJH yang telah terdaftar dan lunas disebabkan karena yang bersangkutan tidak bisa melaksanakan perjalanan ibadah haji, diantaranya karena alasan meninggal dunia atau sakit permanen.
Sementara alasan yang melatarbelakangi pengembalian pelunasan maupun batal dilatarbelakangi oleh banyak faktor. Diantaranya faktor ekonomi selama pandemi Covid-19, meninggal dunia, maupun sakit, sebagian besar dilatarbelakangi faktor ekonomi.
Diperkirakan masa tunggu haji untuk Kota Bekasi saat ini mencapai 23 tahun, dengan catatan Calhaj yang terdaftar saat ini mencapai lebih dari 60 ribu orang. Maka 25 orang yang memilih untuk batal lunas harus memulai ulang masa tunggu ibadah haji saat kemudian hari yang bersangkutan mendaftar lagi.
“Kamu selalu memberi masukan atau saran, kalau tidak penting banget jangan ditarik, karena nunggunya lama. Tapi karena kebutuhan dan kondisi, kita tidak bisa menolak,” tambahnya.
Sejauh ini Kemenag Kota Bekasi masih menunggu keputusan final pemberangkatan jemaah haji berikut dengan kuota jemaah yang akan berangkat. Sebelum diputuskan batal, kuota haji tahun 2020 untuk Kota Bekasi sebanyak 2.739 orang, tahun 2019 sebanyak 2.785 orang. (Sur)











