Berita Bekasi Nomor Satu

Mutu Pendidikan Harus Ditingkatkan

KEGIATAN: Sejumlah siswa SMPN 3 Kota Bekasi saat mengikuti kegiatan di sekolahnya. ISTIMEWA

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Mutu pendidikan yang sempat menurun akibat pembelajaran jarak jauh karena pandemi Covid-19 harus ditingkatkan. Hal ini tidak hanya menjadi tugas sekolah, tetapi orangtua siswa.

Pengawas Gugus 1 SD Kota Bekasi Supyanto mengatakan, mutu pendidikan harus cepat diperbaiki agar tidak semakin menurun.

“Kualitas pendidikan yang mengalami penurunan saat ini harus segera diperbaiki, dimana butuh kerjasama yang baik untuk memperbaiki itu semua,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Rabu (30/3).

Menurutnya, hal yang perlu dilakukan oleh sekolah saat ini adalah dengan memaksimalkan pembelajaran. Yakni memperbaiki asesmen diagnostik kognitif dan diagnostik non kognitif.

“Sebentar lagi memasuki tahun ajaran baru, dimana asesmen diagnostik kognitif dan diagnostik non kognitif itu sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan,” jelasnya.

Asesmen diagnostik non kognitif dapat dilakukan dari perubahan kesiapan pembelajaran yang semula dilakukan jarak jauh, namun saat ini mulai dilakukan kembali pembelajaran tatap muka.

“Contoh dari perubahan diagnostik non kognitif, dimana selama dua tahun berjalan mau tiga tahun ini kegiatan pembelajaran dilakukan jarak jauh. Namun kini polanya kembali diubah ya itu secara langsung dan itu juga butuh penyesuaian kembali,” jelasnya.

Sedangkan asesmen diagnostik kognitif terkait kemampuan minimal yang harus kembali dikuasai oleh peserta didik tentang literasi maupun numerasi.

“Apa yang sudah hilang kembali dinormalkan kembali, khususnya bagi diagnostik kognitif dimana literasi dan numerasi itu menurun sekali dan sekarang harus kembali ditingkatkan,” katanya.

Menurut Supyanto, perubahan tidak bisa dilakukan hanya oleh sekolah. Tetapi  butuh peran para orangtua agar perubahan bisa berjalan dengan cepat dan maksimal.

“Perubahan tidak bisa dilakukan hanya dari pihak sekolah saja, akan tetapi juga harus dilakukan di rumah sehingga dalam hal ini membutuhkan kerjasama dengan orangtua siswa,” katanya.

Sementara, Pengamat Pendidikan Tengku Imam Kobul Mohammad Yahya memiliki penilaian yang berbeda. Menurutnya, mutu pendidikan dapat ditingkatkan melalui program Guru Penggerak.

“Saya memiliki penilaian lain bahwa persiapan kualitas pendidikan di tahun ajaran baru dapat dilakukan melalui Guru Penggerak,” ujarnya.

Menurutnya, Guru Penggerak memiliki tingkatan yang lebih baik untuk bisa mengimplementasikan perubahan menuju normal baru pendidikan di sekolah. Dikatakannya, mutu pendidikan yang mengalami penurunan harus ditingkatkan dalam menyambut tahun ajaran baru.

“Oh tentu perubahan itu harus dilakukan, jangan skak seperti ini saja. Stakeholder terkait memang harus bergerak untuk melakukan perubahan itu,” tukasnya. (dew)