RADARBEKASI.ID, BEKASI – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kabupaten Bekasi menilai, partisipasi pemilih di Daerah Pemilihan (Dapil) 1 yang meliputi Kecamatan Setu, Serang Baru, Cibarusah, Cikarang Pusat, dan Bojongmangu sangat rendah. Padahal, daftar pemilihnya sangat tinggi.
Hal ini berkaca pada Pemilu 2019 lalu. Menurutnya, karena wilayah tersebut didominasi oleh perusahaan, apartemen, dan pabrik sehingga masyarakat apatis.
“Ada satu wilayah yang penduduknya banyak, tetapi ketika masuk ke jumlah pemilih itu kosong, jadi ada aspek pendataan yang memang harus diperketat,” ujar Sekretaris DPC Gerindra Kabupaten Bekasi, Ridwan Arifin
Dari data yang berhasil dihimpun Radar Bekasi, pada Pemilu 2019 lalu, pengguna hak pilih di Dapil 1 sebanyak 341.023 orang. Sementara suara sah dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) hanya 313.148. Kemudian suara tidak sah 27.875.
Pria yang akrab disapa Iwang ini menuturkan, menjadi tugas panitia dan partai politik untuk meningkatkan jumlah pemilih di Dapil tersebut. Informasi kepada para pemilih harus diperkuat jangan sampai penduduk jumlahnya ratusan ribu, tapi yang nyoblos hanya ada puluhan ribu.
“KPU, Bawaslu, pemerintah daerah, termasuk Disdukcapil yang memiliki data penduduk harus digit dan memberikan informasi kepada pemilih. Partai politik juga harus memberikan informasi kepada pemilih melalui APK dan lain-lain, agar terlibat pada Pemilu 2024 mendatang,” katanya.
Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Bekasi, Jajang Wahyudin menuturkan, tugas sosialisasi ke masyarakat itu bukan hanya tugas KPU, tetapi juga tugas partai politik. Menurutnya, pada Pemilu 2019 lalu, KPU sudah cukup atau maksimal sesuai dengan program dan jadwal yang ditetapkan oleh KPU RI dalam melakukan sosialisasi.
“Kita sudah melaksanakan sosialisasi, baik dengan tatap muka, penyebaran Alat Peraga Kampanye (APK), maupun media. Menurut saya kalau alasan sosialisasi kita sudah maksimal,” katanya.
Kata Jajang, minat pemilih untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) dipengaruhi oleh bagaimana partai politik memberikan tawaran yang bisa menimbulkan semangat bagi para pemilih. Misalnya, kaitan Calon Legislatif (Caleg), berkampanye, dan lain sebagainya.
Tingkat pemilih pada Pemilu 2019 bervariatif, karena memang ada pemilihan presiden maupun legislatif. Namun yang jelas, Jajang menegaskan, jumlah pemilih di Kabupaten Bekasi di atas target yang diberikan oleh KPU RI, yakni 7,75 persen.
“Kalau untuk pemilihan presiden antusiasnya tinggi sampai 81 persen. Sementara untuk legislatif tidak jauh berbeda sekitar 80 persen, intinya kita atas target KPU RI 7,75 persen. Saya kira itu titik persoalannya, karena kalau dari segi KPU sudah cukup,” ungkapnya.
Kedepannya kata Jajang, ada beberapa hal yang coba dilakukan inovasi dari segi sosialisasi melalui berbagai cara, guna meningkatkan jumlah pemilih pada Pemilu 2024 mendatang. Kemudian KPU juga melakukan MOU ke berbagai instansi. (pra)