Kewalahan Bersihkan Lumpur

BERSIH-BERSIH: Warga komplek Dosen IKIP, Jatikramat, Jatiasih bersih-bersih lumpur usai banjir menggenangi wilayah tersebut, Selasa (5/4). MG4/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Banjir yang menggenangi sejumlah perumahan di wilayah Kota Bekasi Selasa (5/4) mulai surut. Warga mulai membersihkan sisa banjir berupa lumpur dan sampah, Rabu (6/4).

Kondisi itu juga terlihat di Komplek Dosen IKIP, Jatikramat, Jatiasih, Kota Bekasi. Banjir kemarin dinilai terparah sejak awal tahun 2022. Air mulai masuk ke pemukiman pukul 15.30 saat hujan deras. Ketinggian air mencapai 130 cm.


“Kalau yang tadi malam sampai 130 cm di di dekat gerbang komplek sini, soalnya daerahnya emang rendah” ucap Ridwan, petugas keamanan komplek Dosen IKIP.

Pantauan Radar Bekasi ruas jalan komplek masih dipenuhi lumpur dan sampah usai banjir surut. Terlihat pula beberapa warga mulai membersihkan rumah dan kendaraan. Warga sempat kewalahan melakukan pembersihan ditambah kondisi cuaca dan tengah menjalankan ibadah puasa.


Warga Komplek Dosen IKIP, Wempi (52) menjelaskan banjir Selasa (6/4) dinilai paling parah. Volume air lebih tinggi dan waktu surut dinilai lebih lama.

“Ini kejadian (Banjir) paling besar tahun ini, surutnya juga paling lama padahal hujan udah berhenti dari sore kemarin” jelas Wempi pada Radar Bekasi.

Menurutnya, penyebab banjir parah karena pembuatan pintu air di dekat gerbang depan perumahan yang justru menjadi tempat masuknya air dari sungai.

“Mereka itu membuat bolongan katanya mau buat pintu air yang sistemnya buka tutup, tapi sampai sekarang itu masih bolong gitu aja, air jadinya itu masuk dari situ,”keluhnya.

Beruntung Komplek Dosen IKIP mendapatkan bantuan mobil pompa penyedot air yang dikerahkan Balai Besar Ciliwung serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

“Sesudah Magrib sudah mulai dipompa, ada bantuan dari Balai Besar Ciliwung, mobil pompa air yang dilengkapi mesin penyedotnya itu,”jelas Wempi. (mg5/mg6).