Berita Bekasi Nomor Satu

Akan Lebih Banyak Praktik, Mata Pelajaran Pancasila Diterapkan Mulai Juli

ILUSTRASI: Sejumlah guru dan siswa SMAN 1 Bekasi saat mengikuti kegiatan pesantren kilat saat bulan suci Ramadan. DEWI WARDAH/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Mata pelajaran wajib Pendidikan Pancasila akan diterapkan di sekolah jenjang PAUD hingga SMA mulai tahun ajaran baru 2022/2023 pada Juli mendatang. Pengganti dari mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) akan lebih mendalami praktik.

Praktik ber Pancasila dalam kehidupan nyata bermasyarakat dan berbangsa akan lebih banyak diterapkan dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Sehingga bukan secara teoritis saja yang akan didapatkan oleh siswa dalam mata pelajaran tersebut.

“Pendidikan Pancasila itu akan lebih banyak praktik yang dilakukan siswa, jadi bukan hanya teori saja. Sehingga saya menilai bahwa Pendidikan Pancasila ini akan lebih mendalam membentuk profil pelajar,” ungkap Kepala SMAN 1 Cikarang Pusat Sayuti kepada Radar Bekasi, Senin (11/4).

Bakal ada sekitar 70 item praktik berpancasila yang akan dipelajari oleh siswa dengan masing-masing praktik yang tentunya akan diberikan secara berbeda. Salah satu contoh praktik yang diberikan adalah reaksi siswa ketika mengetahui teman satu kelasnya sakit, maka hal apa yang akan dilakukan oleh siswa tersebut.

“Dari contoh itu nanti kita bisa mengukur, apakah siswa itu memiliki rasa simpati atau empati tidak kepada temannya yang sakit. Ini adalah salah satu contoh praktik secara langsung yang akan diberikan kepada siswa,” jelasnya

Dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila ini juga guru dapat belajar bagaimana cara memberikan contoh praktik baik. Sehingga bukan hanya teori saja yang guru sampaikan.

“Selama ini kan praktiknya hanya sedikit ya, lebih banyak guru memberikan materi. Jadi disini semua sama-sama belajar, bukan cuman siswanya saja tetapi juga gurunya,” terangnya.

Hal senada disampaikan Guru SMPN 17 Bekasi Arief Purnama. Ia mengungkapkan, bahwa penerapan mata pelajaran Pendidikan Pancasila merupakan langkah yang sangat tepat bagi dunia pendidikan saat ini.⁣

“Menurut saya sangat tepat, dimana Pancasila sebagai ideologi mampu menjadi pemersatu bangsa Indonesia ditengah keberagaman yang dinamis,” ujarnya.

Dikatakannya, profil pelajar Pendidikan Pancasila merupakan kondisi yang ideal bagi pelajar di Indonesia. Yaitu, dapat beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong-royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif.

“Pendidikan Pancasila ini menurut saya lebih terperinci, bukan hanya lisan berupa materi tetapi juga praktik nyata yang contohnya diberikan langsung kepada siswa,” terangnya.

Menurutnya, mata pelajaran Pendidikan Pancasila akan menjadi sebuah perubahan yang baik bagi pendidikan di Indonesia dengan praktik-praktik yang diajarkan kepada siswa.

“Kita harapkan ini akan menjadi sebuah perubahan yang baik untuk membentuk profil pelajar Pancasila. Karena kan dasar negara kita adalah Pancasila, dimana jika semua generasi muda dapat mempraktikkan nilai-nilai Pancasila maka Indonesia akan lebih baik lagi,” pungkasnya. (dew)