RADARBEKASI.ID, BEKASI – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami keterkaitan kasus Operasi tangkap tangan (OTT) yang menggemparkan Kota Bekasi awal tahun lalu. Salah satunya yakni kepala Cabang (Kacab) Bank Jabar Banten (BJB) Ahmad Faisal, Senin siang kemarin (11/4).
Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi memperkirakan perjalanan penyidikan kasus korupsi yang terjadi di Kota Bekasi masih akan berlangsung dalam waktu yang panjang. Terlebih dugaan kasus korupsi menyangkut Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), KPK mesti menelusuri keberadaan uang tersebut disimpan.
Penyidikan akan dilakukan termasuk pada instansi yang tidak ada hubungannya pada awal penangkapan. Di Bank, KPK akan menelusuri transaksi mencurigakan yang muncul, termasuk berkaitan dengan tabungan dan kepemilikan saham.
Terkait pemanggilan Kepala Cabang Bank BJB Bekasi, Ucok menilai bahwa KPK menemukan transaksi mencurigakan, atau terkait dengan tabungan. Terlebih bank tersebut adalah BUMD milik pemerintah provinsi, maka diduga KPK tengah mendalami kepemilikan saham pada bank tersebut.
“Karena BJB itu kan Bank Jabar ya, berarti kalau Bank Jabar itu kan Kota Bekasi berarti punya saham dong disitu. Nah itu lah yang diselidiki itu,” ungkapnya, Senin (11/4).
Ada dua kepala cabang lembaga di bawah pemerintah yang dipanggil sebagai saksi, satu lagi adalah Kacab Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Bekasi Kota.
Dari Kacab BPJS Ketenagakerjaan, dugaannya KPK ingin mendalami terkait dengan transaksi keuangan berkaitan dengan asuransi pegawai pemerintah.”Di situ pasti ada transaksi duit, kan ada asuransi di situ,” tambahnya.
Pada momentum ini, menurut Uchok semua warga Kota Bekasi, termasuk Plt Wali Kota Bekasi perlu untuk ikut membantu KPK dalam mengungkap kasus korupsi. Diprediksi penyidikan masih akan berjalan lama, dan diyakini dari sederet saksi yang dipanggil, akan banyak yang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.”Saya yakin, akan banyak tersangka ini,” tukasnya.
Sekedar diketahui, selain Kacab Bank BJB Bekasi Ahmad Faisal, KPK juga memeriksa Kacab BPJS Ketenagakerjaan Bekasi Kota, Heri Subroto, Direktur Summarecon Agung, Oon Nusihono, dan Marketing BIT Money Changer Mall Metropolitan Bekasi, Peter Soeganda.
“Hari ini, pemeriksaan saksi TPPU di Pemerintahan Kota Bekasi untuk tersangka RE,” ungkap Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangannya.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan Kacab BJB Bekasi Ahmad Faisal belum mau memberikan keterangan terkait pemeriksaannya sebagai saksi oleh KPK, kemarin. (sur)











