Tadabur Alquran Jelang Berbuka Puasa

ILUSTRASI: Umat muslim membaca Alquran di Masjid Al Barkah usai melaksanakan salat zuhur, belum lama ini. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI 

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Masjid Nurul Hidayah yang terletak di perkampungan Rawa Aren, Bekasi Timur, Kota Bekasi selama Bulan Ramadhan 1443 H/2022 ini, memiliki berbagai kegiatan rutin.

Tak hanya kegiatan itikaf di sepuluh hari terakhir, tapi ada juga kegiatan harian setiap jelang buka puasa sampai kumandang azan Magrib tiba dengan kajian tadabur Alquran, yakni kajian untuk membedah isi kandungan ayat-ayat Alquran.


Ketua DKM Masjid Nurul Hidayah, H Rimbang mengatakan, kegiatan tadabur Alquran ini diadakan setiap hari jelang azan Magrib, dimulai sekitar pukul 17.00. Dalam kegiatan ini ada salah satu ustad yang memandu dengan menggunakan kitab tafsir dari Ibnu Katsir sebagai dasar jemaah dapat mengetahui setiap isi kandungan ayat-ayat Alquran, baik kapan dan kenapa ayat turun, hingga ada peristiwa apa sampai diturunkan ayat tersebut.

“Kegiatan tadabur berbeda dengan tadarus Alquran, kalau tadarus kita hanya membaca tapi kalau tadabur bertujuan agar memaknai isi ayat Alquran yang kita baca. Jadi, intinya Tadabbur Alquran artinya itu proses dalam memahami makna, dan mengaitkan dengan kehidupan yang tengah kita jalani,” katanya.


Menurutnya, program itu untuk mendapatkan inspirasi/petunjuk yang dapat membimbing jemaah untuk mendekat kepada sang pencipta. Tadabur juga dapat bermakna berpikir, dan menghayati ayat-ayat yang ada atau terkandung dalam Alquran, untuk bisa mendapatkan pemahaman dan mengambil hikmah serta pelajaran.

“Yang pasti ini karena terdapat kebaikan dan ilmu pengetahuan yang luar biasa di dalam kitab suci kita ini. Dan kegiatan sesuai atas perintah Allah SWT dalil mengenai tercantum dalam surat An-Nisa ayat 82, yaitu: “Maka apakah mereka tidak merenungkan Alquran? Kalau kiranya Alquran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapatkan pertentangan yang banyak di dalamnya,” kutip H Rimbang dari isi Surat An-Nisa ayat 82.

Dia menyebut, kegiatan tadabur ini biasanya diikuti beberapa jemaah atau warga sekitar baik orang tua dan remaja sambil menunggu waktu berbuka puasa. Dimana, setiap harinya pula ada takjil yang telah disiapkan secara bergiliran dari warga atau jemaah.

“Alhamdulillah, kegiatan ini sudah rutin kami lakukan setiap bulan suci Ramadaan dalam rangka memperdalam ilmu Alquran dari para jemaah kita, sehingga harapannya mereka itu bisa lebih mendekatkan dirinya untuk berada di jalan yang lurus dan diridhoi Allah SWT,” tandasnya. (mhf).