Berita Bekasi Nomor Satu

Disesuaikan dengan Kondisi Satuan Pendidikan, Sekolah Bebas Pilih Implementasi Kurikulum Merdeka

BELAJAR: Sejumlah siswa SDN Jatiasih X Kota Bekasi saat mengikuti kegiatan pembelajaran tatap muka terbatas. DEWI WARDAH/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sekolah bebas memilih salah satu dari tiga pilihan implementasi Kurikulum Merdeka jalur mandiri yang bisa diaplikasikan pada tahun ajaran 2022/2023. Yakni Mandiri Belajar, Mandiri Berubah, dan Mandiri Berbagi.

Pengawas Gugus 1, II dan IV SD Kota Bekasi Supyanto mengatakan, sebagai pengawas pihaknya akan melakukan sosialisasi mengenai implementasi Kurikulum Merdeka.

“Rencananya di minggu ini kami akan melakukan sosialisasi kepada sekolah, terkait Kurikulum Merdeka.” ujarnya kepada Radar Bekasi, Senin, (18/4).

Dalam sosialisasi akan dijelaskan bahwa sekolah dapat memilih salah satu dari tiga pilihan implementasi Kurikulum Merdeka Jalur Mandiri yang bisa diaplikasikan. Yaitu Mandiri Belajar, Mandiri Berubah, dan Mandiri Berbagi.

“Sekolah disarankan memiliki 1 pilihan dari 3 pilihan,” ucapnya.

Pilihan Mandiri Belajar memberikan kebebasan kepada satuan pendidikan saat menerapkan Kurikulum Merdeka beberapa bagian dan prinsip Kurikulum Merdeka, tanpa mengganti kurikulum satuan pendidikan yang sedang diterapkan pada satuan pendidikan PAUD, kelas 1, 4, 7 dan 10.

Sementaram, Mandiri Berubah memberikan keleluasaan kepada satuan pendidikan saat menerapkan Kurikulum Merdeka dengan menggunakan perangkat ajar yang sudah disediakan pada satuan pendidikan PAUD, kelas 1, 4, 7 dan 10.

Sedangkan pilihan Mandiri Berbagi akan memberikan keleluasaan kepada satuan pendidikan dalam menerapkan Kurikulum Merdeka dengan mengembangkan sendiri berbagai perangkat ajar pada satuan pendidikan PAUD, kelas 1, 4, 7 dan 10.

“Dari ketiga pilihan ini, sekolah harus menilai matang-matang Kurikulum Merdeka yang seperti apa yang bisa disesuaikan dengan kondisi sekolah,” jelasnya.

Penyediaan buku dalam implementasi Kurikulum Merdeka terdiri dari mata pelajaran Agama, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, PJOK, Seni, Pendidikan Pancasila, Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial serta Prakarya.

“Dari hasil sosialisasi yang diberikan Kemendikbudristek, untuk tingkat SD ada 174 total buku yang disusun” ucapnya.

Sementara, Kepala SD Al Alaq Zulfa Maulida mengatakan, sekolahnya telah mengaplikasikan Mandiri Berbagi dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Dalam penerapannya sekolah mengembangkan berbagai perangkat ajar yang dimulai dari fase A yaitu kelas 1 dan fase B untuk kelas 4.

“Kami sudah lebih dulu menerapkan kurikulum ini karena kami merupakan salah satu sekolah penggerak angkatan pertama,” ujarnya.

Penerapan Mandiri Berbagi yang sudah diterapkan cukup memberikan perubahan yang signifikan. Sekolah telah mampu membangun sistem manajemen pembelajaran ramah pengguna dan terpadu.

“Sistem ini dibentuk untuk membantu para warga sekolah mendapat aneka kebutuhan pembelajaran dari satu sumber atau one single source yang di dalamnya berisi aneka kegiatan intra dan ko kurikuler,” tuturnya.

Selain itu sekolah juga menyediakan layanan digital seperti e-library, e-classroom, e-assessment dan lainnya untuk meningkatkan literasi dan numerasi siswa. “Banyak hal yang kita lakukan untuk siswa agar tujuan dari Merdeka Belajar memang bisa diimplementasikan dengan baik di sekolah kami,” pungkasnya. (dew)