Tol Japek Selatan Dibuka Situasional

TOL JAPEK SELATAN : Proyek Tol Jakarta Cikampek Selatan di Desa Burangkeng Kecamatan Setu Kabupaten Bekasi, Senin (18/4). Progres pembebasan lahan serta pembangunan Tol Jakarta Cikampek seksi 2 itu baru mencapai 3,8 persen.ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Arus mudik lebaran tahun ini bakal meningkat tajam. Berdasarkan hasil survei, ada 13 juta orang yang akan bergerak dari wilayah Jabodetabek. Rekayasa lalu lintas sistem satu arah atau One Way, Contraflow, dan Ganjil Genap (Gage) dipersiapkan guna mengantisipasi kemacetan. Sementara itu, jalan Tol Jakarta Cikampek (Japek) II Selatan yang tengah dibangun rencananya akan dioperasikan.

PT Jasa Marga Tbk memperkirakan arus mudik tahun ini naik 12 persen dibandingkan sebelumnya. Lebih dari 2,5 juta kendaraan yang akan melintas di tol Japek. Puncak arus mudik diprediksi akan berlangsung di tanggal 29 April, sedangkan arus balik berlangsung pada 8 Mei.


Usulan One Way di jalan tol dilaksanakan jika beban lalu lintas di ruas KM 66 di atas 11 ribu sampai 12 ribu kendaraan per jam. Sistem satu arah diusulkan pada tanggal 28 dan 29 April, sedangkan pada arus balik diusulkan pada tanggal 7 dan 8 Mei.

“Untuk mengantisipasi kepadatan di gerbang tol, kita memastikan keberfungsian peralatan 100 persen ditambah kita mengoptimalkan gardu miring. Serta menambah mobile rider untuk melakukan transaksi di luar gerbang tol untuk menambah kapasitas di gerbang,” terang Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga, Dwimawan Heru.


Di titik yang diprediksi akan terjadi kepadatan, pihaknya akan menempatkan petugas disamping berkoordinasi dengan kepolisian. Total ada empat titik rawan kepadatan selama arus mudik dan arus balik.

Jika tidak dilakukan rekayasa lalu lintas pada puncak arus mudik dan balik, maka akan terjadi tekanan akibat kapasitas kendaraan. Maka pihaknya mendorong dilakukan rekayasa lalu lintas berupa Contraflow dan One Way atas diskresi kepolisian.

Penambahan kapasitas jalan dilaksanakan di km 61 sampai 49, penambahan tiga lajur dilakukan pada saat arus balik. Berikutnya adalah rencana pengoperasian Jalan Tol Japek II Selatan, ruas yang akan beroperasi pada arus mudik kali ini sepanjang 8 km, ini disebut akan membantu mengurangi kepadatan di simpang susun Dawuan.

“Kita juga memfungsikan jalan tol Jakarta Cikampek Selatan, yang dalam progres proyek atau pembangunan khusus dari Sadang sampai Kutanegara, itu seksi 3,” tambahnya.

Sementara itu General Manager Representative Office (RO) 1 JTTRD Jalan Tol Japek, Muhammad Taufik menyampaikan bahwa terkait jadwal rekayasa lalu lintas pihaknya menunggu keputusan diskresi kepolisian didasarkan pada situasi lapangan. Pihaknya akan membantu menyiapkan petugas pengarah baik di ruas jalan maupun di rest area. “Jadi kita sudah siapkan rest area ini flownya, perambuannya jika berlaku One Way. Bagaimana kita mengoperasikan rest area, kita akan siapkan juga,” paparnya.

Pada sisi layanan, pihaknya telah menyiagakan 14 kendaraan layanan jalan tol, 5 unit ambulance, 3 unit rescue, 35 kendaraan derek, 1 unit kendaraan rescue truk, 11 unit PJR, dan satu unit sepeda motor. Di gardu tol, 7 gardu dioptimalkan masing-masing di gerbang tol Cikampek Utama 1 dan 2. Ditambah dengan 6 gardu reversibel, 8 gardu satelit, serta 3 Oblique Approach Booth (OAB) untuk arah Jakarta.

“Selain itu kami menginformasikan ada beberapa hal kebijakan di Rest Area yang akan dikoordinasikan dengan pihak kepolisian untuk menghindari kepadatan dan antrian yang mengganggu kelancaran lalu lintas antara lain Buka Tutup Rest Area apabila terdapat kepadatan Rest Area dan waktu istirahat di Rest Area maksimal 30 menit bagi pemudik,” tukasnya.

Dalam keterangan resmi PT Jasa Marga Tbk beberapa waktu lalu, progres pembangunan Jalan Tol Japek II Selatan menyentuh 60,82 persen. Progres pembangunan ini meliputi keseluruhan seksi, mulai dari ruas jalan yang berada di wilayah Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang, dan Kabupaten Purwakarta.

Ruas jalan yang masuk dalam prioritas adalah ruas seksi 3, Taman Mekar sampai dengan Sadang, sepanjang 27,85. Pembangunan di ruas ini ditarget selesai pada akhir tahun 2022 ini. Tol ini dibangun terintegrasi dengan jaringan tol Cipularang dan JORR 2.

Sampai dengan akhir bulan Januari Kemarin, progres pembebasan lahan paling tinggi ada di seksi 3, mencapai 92,04 persen.

“Sementara itu untuk progres pembebasan lahan untuk tiga seksi pekerjaan secara keseluruhan saat ini mencapai 57,18 persen, dimana dari jumlah tersebut untuk pembebasan lahan masing-masing seksi yaitu Seksi 3 telah mencapai 92,04 persen, Seksi 2 Setu-Taman Mekar sebesar 38,29 persen dan Seksi 1 Jatiasih-Setu sebesar 3,29 persen,” ungkap Dirut PT Jasa Marga Japek Selatan (JJS) Hari Pratama belum lama ini.

Direktur Operasi Jasa Marga Tollroad Operator Yoga Trianggoro mengaku, pihaknya akan mengoperasikan Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Selatan secara situasional. “Jadi, itu tidak terjadwal, namun tergantung pada situasional. Ini salah satu alternatif rekayasa lalin yang akan kita lakukan,” jelas Yoga usai konferensi pers di Bekasi, Sebelum lama ini.

Jika kondisinya sangat dibutuhkan untuk pemecahan lalin terutama di KM 66 yang menjadi pertemuan timur dan selatan, maka jalur tersebut akan dibuka atas diskresi pihak kepolisian. Namun demikian, kata Yoga, saat ini pihaknya telah menyiapkan persiapan pembukaan Tol Japek II Selatan. “Sehingga, kapan pun dibutuhkan untuk memecah tadi kepadatan, khususnya di KM 66 itu bisa kita gunakan,” katanya.

Sementara itu, Korlantas Polri telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas berupa One Way, Contraflow, dan Gage. One way akan diterapkan jika pemberlakuan Contra Flow tidak efektif mengurai kemacetan. Skema Gage juga akan dipersiapkan untuk memberi kelancaran kepada pemudik.

“Kami ambil langkah intervensi, maka dibutuhkan manajemen kapasitas jalan yaitu paling sederhana kami akan menambah satu jalur di contra flow. Jika masih kurang, kami akan one way dari Jakarta menuju timur,” ungkap Kakorlantas Polri Irjen Firman Shantyabudi.

Jadwal dan rute pemberlakuan One Way mulai tanggal 28 April 2022 di km 47 tol Japek sampai KM 414 tol Kalikangkung pukul 17:00 WIB sampai pukul 24:00 WIB. Hari berikutnya sampai tanggal 1 Mei One Way berlaku di ruas yang sama pada pukul 07:00 WIB sampai pukul 24:00 WIB.

Sedangkan pada arus balik, One Way berlangsung mulai tanggal 6 Mei mulai dari km 414 tol Kalikangkung sampai km 47 tol Japek, pukul 14:00 WIB sampai pukul 24:00 WIB. Hari berikutnya diberlakukan di ruas jalan yang sama mulai pukul 7:00 WIB sampai pukul 24:00 WIB, dilanjutkan pukul 07:00 WIB pada tanggal 8 Mei sampai dengan pukul 03:00 WIB pada tanggal 9 Mei.

One Way mulai dari GT Bawen km 442 diberlakukan sesuai pertimbangan volume lalu lintas. Ganjil genap akan berlaku selama One Way. (Sur)