RADARBEKASI.ID, BEKASI – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAD) Kota Bekasi meminta para orangtua untuk meningkatkan pengawasan kepada anaknya agar tidak terlibat dalam aksi tawuran yang berpotensi terjadi pada Ramadan ini.
KPAD mencatat lima titik rawan tawuran di Kota Bekasi selama Ramadan tahun ini. Seluruhnya tersebar di wilayah Medan Satria, Duren Jaya, Jatiasih dan dua wilayah lainnya terjadi di perbatasan Kabupaten Bekasi yaitu Tambun Utara.
“Lima kasus aksi tawuran berada di wilayah kota dan perbatasan Kabupaten Bekasi, kami sampai saat ini masih terus update mengenai terjadinya aksi tawuran pelajar di bulan Ramadhan,” tutur Komisioner Bidang Data dan Informasi KPAD Kota Bekasi Firli Zikrillah kepada Radar Bekasi, Rabu (20/4).
Aksi tawuran yang terjaring sementara ini diikuti oleh sekelompok remaja dengan rentang usia 14-20 tahun. Sehingga ada pembinaan secara khusus yang diberikan oleh pihak KPAD melalui program Rumah Layak Anak.
“Yang terjaring aksi tawuran itu kami pihak KPAD akan melakukan pembinaan secara khusus,” ucapnya
Ia menyampaikan puncak terjadinya aksi tawuran terjadi pada awal Ramadan. Sementara untuk pertengahan dan akhir Ramadan diprediksi akan terjadi penurunan aksi tawuran.
“Puncaknya itu di Ramadan, di pertengahan ini kami belum menerima laporan lagi. Dan kemungkinan di akhir masih akan terjadi aksi tauran namun potensinya sedikit,” katanya.
Dengan masih adanya potensi tawuran di Kota Bekasi, KPAD mengingatkan seluruh orangtua untuk meningkatkan perannya dalam mengawasi anaknya selama di rumah.
“Selain KPAD yang sampai saat ini masih melakukan pengawasan, kami juga minta kepada masyarakat dan orangtua siswa untuk tetap mengawasi anaknya. Karena potensi aksi tawuran masih bisa terjadi,” pungkasnya. (dew)











