Wagub Jabar: Idulfitri Momentum Rekonsiliasi Wujudkan Baiti Jannati

Senin, Pj Bupati Dani Ramadhan Dilantik Plh Gubernur Jabar
Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum

 

RADARBEKASI.ID – Setelah dua tahun pandemi covid-19 menyerang pada tahun 2020 hingga 2021, baru pada tahun 2022 kali ini Pemerintah tidak memberlakukan pembatasan terhadap berbagai aktivitas di Hari Raya Idulfitri 1443 Hijriah.


Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar), Uu Ruzhanul Ulum menyambut baik hal itu dan mengajak warga Jabar untuk bersyukur. Sehingga moment Hari Raya Idulfitri, atau lebaran, dapat dilaksanakan dengan penuh kekhidmatan.

“Pertama, kita harus bersyukur kepada Yang Maha Kuasa, karena lebaran tahun ini sudah tanpa pembatasan. Dan juga mengucapkan terimakasih kepada pemerintah yang sudah membebaskan mudik dengan begitu leluasa, tanpa ada batasan dan juga pemulangan kembali, penyekatan-penyekatan dan yang lainnya. Sekalipun harus prokes tetap dijaga,” ungkap Wagub Jabar, di Kota Bandung, Kamis (28/04/2022).


Lebih lanjut, Pak Uu — sapaan karib Uu Ruzhanul– mengajak warga Jabar agar menjadikan Idulfitri 1443 H kali ini sebagai momen untuk mempererat persaudaraan, juga waktu yang tepat untuk rekonsiliasi bagi hubungan yang sempat retak. Terutama hubungan keluarga atau persaudaraan.

“Setelah dua tahun kita lebaran dengan suasana pandemi dan prokes yang ketat. Oleh karena itu, momentum Idulfitri sekarang mari kita jadikan untuk mempererat hubungan emosional antara keluarga. Antara emak dan apa, ayah dan ibu, ibu dan anak, anak dan bapak, anak dan ibu, termasuk juga dengan nenek kakek, adik kakak, mamang dan bibi,” Sambungnya.

“Jadi liburan sekarang dipusatkan untuk meningkatkan kebersamaan dengan internal keluarga, sehingga terjadi keharmonisan dalam rumah tangga, ‘baiti Jannati,’ rumahku surgaku, dan saudaraku adalah sahabat karibku. Jangan malah sebaliknya, sahabat karibku menjadi saudaraku, jangan. Tapi saudaraku adalah sahabat karibku, karena terjadi hubungan emosional yang hebat diantara keluarga, maka akan terjadi tolong menolong, saling menjaga, baik menjaga harga diri, martabat dan derajat, juga menjaga keharmonisan diantara kita,” tambah Dia.

Sehingga terjadi kebahagiaan dalam berkeluarga. Apalagi yang namanya Idulfitri lekat dengan ucapan ‘allahumaj ‘alnaa minal aidzin wal faidzin,’ yang artinya minta kepada Allah SWT untuk dijadikan orang yang kembali fitrah.

Maka Kembali fitrah berarti kembali suci, kembali menerima iman dan Islam. Kemudian Faidzin, lanjut Pak Uu, berarti mendapatkan kebahagiaan, karena menerima iman dan islam.

Pak Uu lantas mengatakan bahwa orang yang iman Islam itu akan mendapatkan kebahagiaan dengan sendirinya, dan juga kebahagiaan karena terjadinya keislahan di antara keluarga. “Yang dulunya mungkin ada sedikit permasalahan dengan keluarga, permasalahan waris, permasalahan bisnis, permasalahan karna kesalahpahaman, kesalahpahaman karena hal-hal yang lain, maka di Idulfitri hari ini harus diislahkan, karena momentum untuk bahagia bersama keluarga,” ucap Dia.

“Oleh karena itu, harapan kami di Idulfitri tahun ini harus selalu bersama keluarga. Kalaupun mau liburan, wisata, keluarga dibawa. Emak, bapak, nenek. Dan juga harus mampu menahan emosi seandainya di saat lebaran ini ada hal-hal yang membuat kita pasea. Maka harus mempersiapkan diri berbesar hati di saat Idulfitri, supaya kita berseri,” kata Panglima Santri Jabar.

“Dan kalau ada rezeki, mau berbagi. Jangan dulu berbagi keluar dulu. Lebih baik berbagi bersama famili. Karena mungkin tidak semua keluarga besar memiliki keberuntungan dalam bidang duniawi,” tambahnya.

“Kenapa tidak, sebelum berbagi ke tetangga, sahabat, mendingan kan kata Rasulullah SAW juga lebih baik berbagi kepada saudara daripada ke yang lain,” pungkasnya.(*)