Sekolah Terbaik jadi Daya Tarik

ILUSTRASI: Sejumlah siswa SMAN 1 Bekasi saat mengikuti pembelajaran tatap muka di kelas. Lima SMA di lingkungan KCD Pendidikan Wilayah III masuk dalam kategori sekolah terbaik berdasarkan UTBK 2021. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

 

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Lima SMA di lingkungan Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah III masuk dalam kategori sekolah terbaik berdasarkan nilai ujian tertulis berbasis komputer (UTBK) 2021. Kelimanya yakni SMAN 1 Bekasi skor: 582,509, SMAS Penabur skor: 578,703, SMA Kristen Penabur Summarecon Bekasi skor: 573,831, SMAN 5 Bekasi skor: 562,541 dan SMAN 1 Tambun Selatan skor: 554,028.


Perlu diketahui, UTBK merupakan tes masuk ke perguruan tinggi yang dilaksanakan oleh lembaga tes masuk perguruan tinggi (LTMPT). Sekolah terbaik tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi para orangtua calon siswa.

Kepala KCD Pendidikan Wilayah III Asep Sudarsono mengaku bangga atas capaian prestasi tersebut. Ia mengapresiasi kepala sekolah di lima satuan pendidikan tersebut.


“Karena apapun prestasi yang diraih bisa memberikan motivasi bagi sekolah lain,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Rabu (4/5).

Menurut Asep, kelima sekolah tersebut memiliki karakter yang berbeda-beda. Hal itu terlihat dari beberapa program sekolah untuk mendisiplinkan para siswanya.

“Saya juga tidak heran dengan peraihan prestasi ini karena sekolah mereka itu memiliki anggaran khusus untuk olimpiade yang didukung penuh oleh orangtuanya melalui komite sekolah,” tuturnya.

Selain itu atas peraihan prestasi tersebut, kepala sekolah dinilai menjadi salah satu orang yang sangat berpengaruh besar terhadap kinerja guru untuk mensukseskan program belajar di sekolah. Sehingga dapat dijalankan dengan baik oleh siswanya.

“Kepala sekolah itu adalah ujung tombak, jadi kalo kepala sekolahnya bisa mengarahkan dan mengayomi gurunya dengan baik, tentu saja program sekolahnya dapat berkembang dengan baik,” katanya.

Sekolah terbaik khususnya swasta bisa menjadi referensi bagi para orangtua untuk mendaftarkan anaknya saat pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2022/2023.

“Tentu ini menjadi sebuah daya tarik yang sangat menarik bagi orangtua siswa jelang pelaksanaan PPDB, khususnya bagi sekolah swasta. Karena kan kalo negeri dikembalikan lagi melalui beberapa jalur yang ditetapkan oleh pemerintah,” ucapnya.

Mengenai PPDB, rencananya pada 9 Mei 2022 KCD akan mulai melakukan sosialisasi internal bersama dengan pengawas dan musyawarah kerja kepala sekolah (MKKS).

“Baru setelah itu kami akan melakukan  sosialisasi terbuka untuk masyarakat dan orangtua siswa,” pungkasnya. (dew)