Kuota Haji Jabar Turun Sekitar 65 Persen

SALAM KOMANDO : Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, melakukan salam komando dengan Penjabat (Pj) Bupati Bekasi, Dani Ramdan, di Gedung Wibawa Mukti, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Senin (23/5). ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Wakil Gubernur Jawa Barat (Wagub Jabar), Uu Ruzhanul, memastikan persyaratan dan kota untuk keberangkatan haji tahun 2022, telah selesai semua.

Saat ini, jamaah haji yang sudah ditetapkan atau dipilih di setiap daerah di Jawa Barat, hanya tinggal menunggu pemberangkatan yang belum bisa dipastikan.


“Untuk calon jamaah haji di Jabar, tinggal menunggu diberangkatkan,” kata Uu, usai melantik Penjabat (Pj) Bupati Bekasi, Dani Ramdan, di Gedung Wibawa Mukti, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Senin (23/5).

Meski demikian, Uu mengungkapkan, kuota haji yang diperoleh Jawa Barat, belum sesuai harapan, yakni baru sekitar 35 persen dari kuota haji sebelum Covid-19.


“Kuotanya masih belum sesuai harapan, mudah-mudahan tahun 2023 bisa 100 persen,” harap Uu.

Dirinya meminta maaf kepada masyarakat atau calon jamaah haji yang belum bisa berangkat.

“Mohon maaf kepada masyarakat yang belum bisa berangkat menunaikan Rukun Islam kelima tahun ini, karena satu dan lain hal,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Kemenag Kabupaten Bekasi, Ahmad Sanukri menjelaskan, Indonesia mendapatkan kuota haji dari Arab Saudi sebanyak 100.51 ribu. Sementara kuota normal Indonesia sebelum pandemi, mencapai 200.11 ribu, atau sekitar 46 persen.

Oleh karena itu, lanjut Ahmad, kuota yang turun ke 34 provinsi juga berkurang. Untuk di Jawa Barat, mendapat kuota 17.566 jamaah, dari kuota normalnya sebanyak 37 ribu. Kemudian secara otomatis, kuota ke daerah lain ikut turun, sehingga Kabupaten Bekasi hanya mendapatkan 1001, dari kuota normal 2.174 jamaah. (pra)