PPDB SD dan SMP Dimulai Juni

ILUSTRASI: Sejumlah siswa SMPN 29 Kota Bekasi saat mengikuti ujian. PPDB jenjang SD dan SMP di Kota Bekasi akan dimulai Juni 2022. DEWI WARDAH/RADAR BEKASI

 

PPDB SD dan SMP Dimulai Juni


RADARBEKASI.ID, BEKASI – Penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SD dan SMP di Kota Bekasi akan dimulai Juni 2022. Namun, peraturan wali kota (perwal) dan petunjuk teknis (juknis) PPDB masih menunggu diteken.

Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi Krisman Irwandi menjelaskan, terkait jadwal, kuota, dan peraturan PPDB sudah terkonsep dengan matang.


“Juknis nya itu sudah ada, kami hanya tinggal menunggu tanda tangan Perwal dari bagian hukum dan Plt wali kota nya saja. Jika sudah ada tanda tangan maka sudah bisa kami sosialisasi kepada masyarakat, sekolah, dan media,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Selasa (24/5).

Lebih lanjut, Krisman memastikan bahwa pelaksanaan PPDB akan dimulai pada Juni 2022. Masyarakat atau orangtua calon peserta didik baru diminta untuk tetap sabar dalam menerima informasi terkait PPDB.

“Pelaksanaan PPDB akan tetap dilaksanakan pada Juni, hanya saja memang untuk sosialisasi agak sedikit mepet. Jadi kita minta kesabarannya untuk masyarakat semua,” tuturnya.

Perwal maupun juknis PPDB diprediksi sudah diteken dalam waktu dekat ini. Sehingga akhir bulan ini dapat mulai disosialisasikan kepada masyarakat.

“Mudah-mudahan tandangannya sudah turun di minggu ini, agar sosialisasi PPDB nya bisa cepat disosialisasikan pada akhir bulan ini,” ucapnya.

Saat ini beberapa orangtua calon siswa baru sudah mulai mencari informasi terkait pelaksanaan PPDB ke sekolah. Kepala SMPN 29 Kota Bekasi Endang Koswara menyampaikan, sudah ada beberapa orangtua siswa hadir ke sekolah untuk menanyakan terkait teknis pelaksanaan PPDB.

“Sudah ada beberapa orangtua dari siswa SD bertanya juknis PPDB, tapi memang belum banyak,” ujarnya.

Dalam hal ini pihak sekolah hanya bisa memberikan pengertian jika juknis sudah keluar dapat disosialisasikan kepada masyarakat.

“Kita hanya bisa bilang sabar, karena dari atasan juga belum dikeluarkan juknis. Jika memang sudah ada maka kami akan berikan papan informasi ataupun banner agar bisa diketahui oleh seluruh masyarakat,” ucapnya.

Terpisah, Pengamat Pendidikan Kota Bekasi Imam Kobul Mohammad Yahya mengatakan,  keberhasilan PPDB 80 persen dapat dilihat dari pelaksanaan sosialisasinya.

“PPDB bisa dibilang sukses jika sosialisasinya tersampaikan dengan baik, karena kalo masyarakat paham saat sosialisasi. Berarti kan tinggal eksekusi pelaksanaannya saja,” tuturnya.

Menurut Imam, sosialisasi yang ideal dapat dilakukan satu bulan sebelum pelaksanaan PPDB. Sehingga sosialisasi dapat tersampaikan secara merata.

“Idealnya bisa dilakukan satu bulan sebelum pelaksanaan PPDB, kalo sudah mepet gini paling untuk menggugurkan kewajiban sosialisasi, paling sosialisasinya hanya disampaikan ke kepala sekolah sama perwakilan orangtua saja,” pungkasnya. (dew)