Lakukan Sterilisasi Usai CFD

SEMPROT DISINFEKTAN: Petugas Dinas Kebakaran Kota Bekasi menyemprotkan cairan disinfektan usai kegiatan CFD di Jalan Ahmad Yani Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Minggu (29/5). Hal itu dilakukan guna mencegah kasus Covid-19 kembali merebak. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pemkot Bekasi kembali menghelat hari bebas kendaraan bermotor atau car free day (CFD) di Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Minggu, (29/5). Meski sempat diguyur hujan tak menyurutkan semangat masyarakat untuk berolahraga di lokasi tersebut.

Diketahui CFD sempat ditiadakan di tengah melonjaknya kasus Covid-19. Seiring melandainya kasus, CFD kembali dihelat, tentunya dengan penerapan protokol kesehatan. Mulai dari pemeriksaan di titik masuk, cegah kerumunan berlebih hingga sterilisasi usai kegiatan.


Pantauan Radar Bekasi sejumlah personel gabungan berjaga-jaga di lokasi. Usai gelaran CFD, sterilisasi Jalan Ahmad Yani juga dilakukan dengan penyiraman disinfektan oleh petugas Damkar.

Dengan melakukan senam bersama, Plt Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto menandai kembali dihelatnya CFD di sepanjang Jalan Ahmad Yani hingga Summarecon Bekasi.


Tri mengatakan pelaksanaan car free day sangat dinanti semua warga Kota Bekasi karena sempat ditiadakan selama Pandemi Covid-19.

“Saya rasa warga sangat rindu dengan adanya CFD ini, kita tau pandemi itu membatasi kegiatan kita semua. Hari ini (kemarin) CFD kembali kita adakan untuk warga Kota Bekasi yang bisa menikmati akhir pekan dengan lari kecil, bersepedah, ataupun sekadar makan di kuliner yang tersedia. Saya rasa semua senang dan bahagia dengan adanya kembali CFD ini, semoga bisa bermanfaat,” kata Tri Adhianto.

Di sela sela perbincangan, Tri mengingatkan pengunjung untuk tetap memakai masker dan memperhatikan protokol kesehatan. Lanjut Tri, Pemerintah Kota Bekasi sudah memasuki PPKM level 1 dan telah diperbolehkan untuk mengadakan acara termasuk car free day.

“Yang kita harapkan tetap memperhatikan protokol kesehatan, para warga yang hadir juga tetap memakai masker walau ada yang tidak, yang kita harapkan ini bermanfaat dan bertujuan sehat bersama. Pasti semua kangen dengan suasana ini, menikmati akhir pekan bersama keluarga dan family,”tambahnya.

Usai melaksanakan senam bersama, Tri beserta jajaran UMKM yang kembali berjualan di dekat area CFD.

Pada pelaksanaan CFD kemarin sebanyak 120 personel Satpol PP Kota Bekasi juga bersiaga di Jalan Ahmad Yani, mulai Flyover KH Noer Alie, hingga Simpang BCP.

”Karena pedagang boleh berjualan saat CFD tentu kita floating khususnya pengamanan terhadap PKL,” jelas Kabid Ketertiban Umum Satpol PP Kota Bekasi, Ade Rahmat.

”Untuk PKL ada di Hutan Kota, GOR, termasuk Rawa Tembaga 1, 2 dan 3. Itu termasuk titik PKL. Begitu pula pengaman di lokasi CFD,” sambung dia.

Jika berkaca pada CFD sebelumnya, kata dia memang beberapa area Pedagang Kaki Lima (PKL) selalu dipenuhi oleh warga yang melaksanakan CFD.

Maka dari itu, beberapa personel yang diterjunkan akan mengawasi agar tidak terlalu berkerumun.

”Kita imbau tolong tertib, dan jaga jarak. Jangan sampai menghalangi orang yang mau lewat juga, pakai masker, prokes juga harus tetap dijaga,” terangnya.

Menurut Ade, karena pelonggaran terkait penggunaan masker di tempat terbuka sudah ditetapkan pemerintah, maka Satpol PP tidak lagi melakukan penindakan jika ada warga yang tidak masker.

”Kemarin hasil rapat, walau kebijakan boleh buka masker di area terbuka, Satpol PP juga harus mengupayakan agar warga tetap untuk memakai masker,” jelas dia. ”Karena kan khawatir ya kerumunan banyak orang. Cuma, tim kita tidak mengambil tindakan hanya imbauan saja,” pungkasnya.(one/dil/pjk).