Kaji Perluasan Area CFD

AKAN DIPERLUAS: Sejumlah warga berolahraga saat kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Kota Bekasi. Pemerintah Kota Bekasi berencana menambah titik area Car Free Day (CFD). RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi tengah menimbang-nimbang perluasan area Car Free Day (CFD) selain di tiga ruas jalan yang selama ini aktif menggelar CFD di akhir pekan.

Dua area lainnya akan menyusul diaktifkan setelah dilakukan evaluasi di pekan keempat pelaksanaan CFD, kemarin Minggu (5/6) adalah pekan kedua CFD diaktifkan di Kota Bekasi.


Berbeda dengan pekan pertama dimana pelaksanaan CFD cenderung sepi pengunjung lantaran hujan, kemarin lebih banyak pengunjung yang datang. Sederet perbaikan dilakukan, hasil dari evaluasi pelaksanaan pertama CFD sepekan sebelumnya. Diantaranya kelancaran arus lalu lintas di luar area CFD, hingga penataan para pedagang.

Pelaksanaan CFD kemarin disebut relatif tertib dibandingkan pekan sebelumnya. Terutama pada arus lalu lintas di luar area CFD. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi, Yayan Yuliana menyebut situasi ini terjadi seiring semakin banyak masyarakat yang mengetahui CFD kembali diaktifkan di Kota Bekasi.


“Di luar area CFD juga lalu lintas mengalir, tidak terjadi stagnan seperti Minggu kemarin masih terjadi jalan yang stagnan gitu,” ungkap Yayan.

Sedang untuk menertibkan Pedagang Kaki Lima (PKL), para pedagang ditempatkan di beberapa lokasi, yakni area Stadion Patriot Candrabhaga, Hutan Kota, Jalan Rawatembaga, dan Jalan Guntur. Hal ini dilakukan supaya pedagang tidak mengganggu aktivitas di area CFD.

Selain Jalan Ahmad Yani di pusat kota, CFD sebelum pandemi Covid-19 juga dihelat di kawasan Harapan Indah (HI), dan Dukuh Zamrud Mustikajaya. CFD di dua lokasi tersebut akan menyusul diaktifkan setelah pekan ke empat pelaksanaan CFD di Jalan Ahmad Yani.

“Kita (buka) mungkin setelah empat bulan berjalan lah ya, ini kan baru pekan kedua,” tambahnya.

Keputusan untuk kembali mengaktifkan CFD ini akan diambil setelah mengevaluasi CFD yang sudah berjalan.

Selain itu, Yayan juga menyampaikan ada satu ruas jalan lain yang berpeluang menjadi target pelebaran area CFD, yakni Jalan Jatiwaringin, Kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi. Ruas jalan ini dinilai mumpuni sebagai area CFD.

Saat ini pihaknya tengah membangun komunikasi dengan kepolisian, masyarakat, dan aparatur pemerintah setempat. Upaya ini penting dilakukan guna memastikan CFD tidak mengganggu aktivitas masyarakat, terutama arus lalu lintas masyarakat sekitar.

“Niatnya kan mengurangi emisi gas buang kendaraan, kalau pengurangan emisi kendaraan dilakukan banyak titik itu kan lebih bagus,” tukasnya. (sur)