Berita Bekasi Nomor Satu

Calhaj Adaptasi Panas Ekstrem

ILUSTRASI: Jemaah calon haji membawa koper saat tiba di Asrama Haji Jakarta-Bekasi, Jumat (3/6). RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Ratusan Calon Haji (Calhaj) dari Kota Bekasi sudah tiba di tanah suci. Kabar terakhir 405 jemaah dalam keadaan sehat setibanya di Arab Saudi.

Jemaah yang diberangkatkan hari kedua dari Kota Bekasi ini tergabung dalam kloter 4, berangkat dari Asrama Haji Embarkasi Jakarta Bekasi, Minggu (5/6).

Kemarin, ratusan jemaah sudah berada di Madinah. Ratusan jemaah yang berangkat didampingi oleh empat petugas, terdiri dari ketua kloter, pembimbing ibadah, dokter, dan paramedis.

“Yang Kota Bekasi Alhamdulillah mereka dalam keadaan sehat walafiat, tadi pagi saya sudah konfirmasi ke ketua kloternya, dan mereka sudah mulai melakukan salat subuh di Masjid Nabawi,” kata Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bekasi, Sri Siagawati, Senin (6/6).

Selain didampingi oleh petugas kesehatan, jemaah akan dipantau kesehatannya, ditambah dengan petugas kesehatan di Arab Saudi.

Informasi yang diterima, cuaca di tanah suci panas ekstrim. Jemaah yang belum berangkat diminta untuk menyesuaikan diri dengan membawa pakaian yang dapat menyerap keringat.

Selanjutnya, jemaah diminta untuk menyesuaikan diri terhadap kondisi cuaca, membiasakan diri minum sebelum haus.

“Jangan lupa sering-sering minum, yang belum berangkat harus latihan juga karena yang nggak biasa minum biasanya sulit. Jadi membiasakan diri, bukan banyak minum, tapi sering minum,” tambahnya.

Pemeriksaan kesehatan juga dilakukan di asrama haji sebelum jemaah terbang ke tanah suci. Batasan usia jemaah yang berangkat sampai dengan 65 tahun memberi dampak kesehatan kepada jemaah.

“Alhamdulillah Jawa Barat ini cukup ketat pemeriksaannya, pemeriksaan Covid, meningitis, dan PCRnya, itu sangat ketat. Terbukti sampai kedatangan kesini (asrama haji) ke klinik itu benar-benar minim,” kata Koordinator Seksi Upaya Kesehatan Lintas Wilayah (UKLW), Medi Nursasih.

Jemaah dengan status kesehatan beresiko tinggi tahun ini diberi gelang khusus, berbentuk smartwatch untuk memantau kondisi kesehatan jemaah. Gelang tersebut terhubung dengan telepon genggam melalui aplikasi telejemaah.

Belakangan diketahui suhu di Arab Saudi berkisar 40 sampai 44 derajat celsius. Satu jemaah dari Embarkasi Jakarta – Pondokgede meninggal dunia setibanya di Madinah, seluruh jemaah yang meninggal dunia akan dibadalhajikan. (sur).